Update Cuaca BMKG Akhir Oktober 2019: Bangli Hujan Ringan, Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Di akhir bulan Oktober ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya hujan ringan di wilayah Bali.

Update Cuaca BMKG Akhir Oktober 2019: Bangli Hujan Ringan, Waspadai Potensi Gelombang Tinggi
Tribun Bali/Rizal Fanany
(Ilustrasi) Langit mendung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak terasa, hari ini sudah masuk pada akhir bulan Oktober 2019.

Di akhir bulan Oktober ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya hujan ringan di wilayah Bali.

Berdasarkan situs resmi dari BMKG di bmkg.go.id yang dilansir Tribun Bali pukul 07.30 Wita, hujan ringan tersebut terjadi di Kota Bangli pada siang hari.

Prediksi hujan ringan ini tidak berlanjut hingga malam dan dini hari, karena Kota Bangli diprediksi mengalami berawan saat malam dan cerah berawan saat dini hari.

Selain Kota Bangli, kota-kota lainnya di Bali diprediksi berada dalam kondisi berawan dan cerah berawan.

Kota Tabanan dan Mengwi diperkirakan akan dalam kondisi yang berawan dari siang hingga dini hari.

Berbeda dengan Kota Amlapura dan Singaraja yang diprediksi mengalami cerah berawan dari siang sampai dini hari.

Kota Denpasar, Gianyar dan Semarapura, BMKG memperkirakan berada dalam kondisi yang cerah berawan saat siang dan malam hari, serta berawan pada dini hari.

Sedangkan Kota Negara mengalami kondisi yang berawan saat siang, dan cerah berawan pada waktu malam dan dini hari.

Selain memberikan informasi cuaca, BMKG juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Peringatan dini tersebut agar masyarakat mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Bali.

Beberapa perairan Bali yang berpotensi mengalami gelombang tinggi lebih dari dua meter seperti Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan dan Samudera Hindia Selatan Bali.

"Waspada potensi tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di sekitar Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan dan Samudera Hindia Selatan Bali," tulis BMKG dalam situsnya tersebut. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved