Desa Delod Berawah Jembrana Deklarasi Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Delod Berawah menjadi desa pertama di Kecamatan Mendoyo menyatakan, 100 persen masyarakat telah menggunakan jamban sehat.

Desa Delod Berawah Jembrana Deklarasi Bebas Buang Air Besar Sembarangan
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Bupati Jembrana I Putu Artha di acara Deklarasi Desa Delod Berawah Stop Bebas BAB Sembarangan di Kantor Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Jumat (1/11/2019). 

Desa Delodbrawah Jembrana Deklarasi Bebas Buang Air Besar Sembarangan

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pemkab Jembrana terus mendorong perilaku hidup bersih dan sehat bagi warganya melalui pemenuhan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan bermutu.

Salah satunya dengan program sanitasi total berbasis masyarakat yang mengubah perilaku masyarakat lebih higienis.

Salah satunya gerakan stop buang air besar sembarangan.

Sebelumnya Desa Manggissari melakukan deklarasi Desa Manggissari sebagai desa bebas buang air besar (BAB) sembarangan atau ODF (Open Defecation Free), kini giliran Desa Delod Berawah melaksanakan deklarasi ODF terkait sudah dinyatakan 100 persen Open Defecation Free/Stop Buang Air Besar Sembarangan dari keseluruhan 699 KK di Kantor Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Jumat (1/11/2019).

Deklarasi dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Putu Suasta, Kepala Dinas Dikpora Nengah Wartini, Camat Mendoyo, Kepala Desa Delod Berawah, dan seluruh masyarakat desa Delod Berawah.

Dari hasil verifikasi itu, Desa Delod Berawah yang terdiri dari 699 KK, dinyatakan telah 100 persen menggunakan jamban sehat atau stop BAB sembarangan.

Dalam sambutannya Bupati Jembrana I Putu Artha mengapresiasi masyarakat Desa Delod Berawah atas keberhasilan mewujudkan seluruh masyarakatnya tidak buang air besar di sembarang tempat.

“Saya harap jangan hanya menjadi seremonial semata, namun deklarasi ini hendaknya disertai dengan tanggung jawab untuk dapat melestarikan perilaku stop buang air besar (BAB) sembarang tempat dengan diiringi peningkatan perilaku hidup bersih lainnya sampai mencapai kondisi sanitasi total demi kesehatan bersama. Hal ini juga sebagai wujud kesadaran seluruh masyarakat desa dalam berperilaku hidup bersih," ujar Artha.

Bupati Artha berharap program Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBSS) ini bisa memacu kebiasaan masyarakat untuk mewujudkan kesadaran perilaku hidup bersih sekaligus menjadi motivasi untuk desa lain di Jembrana untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Jembrana ODF dan Jembrana Sehat secara menyeluruh.

Kepala Dinas Kesehatan dr Putu Suasta menjelaskan, kegiatan verifikasi di tingkat desa dilaksanakan pada 6 Februari 2019 dengan jumlah total KK keseluruhan di Desa Delod Berawah 699 KK yang terdiri dari empat banjar, meliputi Banjar Dauh Marga, Berawan Tunjung, Kertayasa, dan Banjar Dangin Marga.

Dari hasil verifikasi tersebut Desa Delod Berawah menjadi desa pertama di Kecamatan Mendoyo menyatakan bahwa 100 persen masyarakat telah menggunakan jamban sehat atau stop BAB Sembarangan.

“Pada tahun 2019 ini sudah 4 desa diantaranya desa Manggissari, Yehembang Kauh, Delodbrawah, dan Kel.Gilimanuk yang diverifikasi 100 persen. Sehingga total sampai tahun 2019 terdapat 8 desa/kelurahan di Jembrana yang sudah mencapai ODF atau bebas BAB Sembarangan,” tambahnya.

Sebagai tanda desa Delod Bebrawah bebas BAB Sembarangan, diserahkan piagam penghargaan kepada masyarakat Desa Delod Berawah sebagai desa ODF atau bebas BABS, oleh Bupati Artha kepada perbekel Desa Delod Berawah, I Made Rentana.

Kegiatan pencanangan juga diikuti pembacaan ikrar desa bebas BAB sembarangan oleh ibu-ibu PKK desa setempat. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved