Spnsored Content

Optimalkan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan Denpasar Gelar Audit Klaim Bersama

Optimalkan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan Denpasar Gelar Audit Klaim Bersama

Optimalkan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan Denpasar Gelar Audit Klaim Bersama
istimewa
Optimalkan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan Denpasar Gelar Audit Klaim Bersama 

TRIBUN-BALI.COM - Guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Denpasar kembali menggelar pertemuan bersama Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) yang ada di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar pada Kamis (31/10/2019).

Salah satu dari anggota TKMKB wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, I Made Oka Asmara Jaya, turut hadir pada acara tersebut juga menyampaikan terkait asesmen diri pelayanan sectio caesarean (SC) di rumah sakit guna melihat mutu, khususnya kesesuaian pelayanan dengan indikasi medis.

“Asesmen ini juga dilakukan untuk menganalisis biaya yaitu tarif rumah sakit dengan klaim INA-CBGs, asesmen ini bersifat terbuka dan edukatif demi peningkatan mutu dan bukan untuk melakukan konfrontasi, menuduh, menyalahkan, atau saling mempermalukan,” ungkap Oka.

Sejalan dengan hal tersebut, Oka turut mengajak para anggota TKMKB lainnya untuk terus mengoptimalkan peran mereka yang salah satunya melalui asesmen ini.

“Dengan adanya Tim Kendali Mutu Kendali Biaya ini kami berharap pelaksanaan program JKN-KIS dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan kami berharap juga peran dari TKMKB ini akan turut memberikan kontribusinya tentang bagaimana kita mengupayakan hal-hal yang masih belum sepemahaman agar menjadi sependapat dalam penyampaian maupun pelaksanaan program JKN-KIS,” ujar Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Cicilia Dwi Budi Winarti.

Terkait pelayanan, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Ni Made Adhe Sugi Windariani, mengatakan jika pelayanan JKN-KIS bersifat komprehensif equity egaliter yang berarti manfaatnya disesuaikan dengan kebutuhan medis dan perekonomian yang bisa dibayarkan oleh pembayar dalam hal ini pemerintah dan sistem dari program JKN-KIS ini menggunakan sistem rujukan berjenjang dari FKTP ke FKRTL.

Dengan adanya kesesuaian antara diagnosis medis dan penanganan medis yang dilakukan, maka diharapkan dapat semakin mengoptimalkan kendali mutu dan kendali biaya khususnya di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar.

“Dukungan dari seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga sustainabilitas program JKN-KIS, serta fasilitas kesehatan yang terstandar dan berkualitas agar peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan dengan kualitas yang baik,” ucap Sugi.

Di akhir paparannya, Sugi juga berharap kesadaran masyarakat Indonesia untuk bergotong rotong membantu sesama melalui program JKN-KIS. (*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved