TPA Bukan Solusi Sampah Bali, Ini Kata Komunitas Peduli Lingkungan

TPA tidak akan pernah cukup atau bertahan lama karena permasalahan di hulu hampir tidak pernah diselesaikan.

TPA Bukan Solusi Sampah Bali, Ini Kata Komunitas Peduli Lingkungan
Tribun Bali/Rino Gale
Truk-truk pengangkut sampah parkir di pinggir jalan tak jauh dari TPA Suwung Denpasar, Senin (28/10/2019) siang. 

TPA Bukan Solusi Sampah Bali, Ini Kata Komunitas Peduli Lingkungan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengelolaan sampah di Bali sampai saat ini masih menjadi sorotan, karena selalu berujung di hilir atau lebih tepatnya di TPA.

Terlebih sejak dulu pemahaman dan konsep TPA dianggap “Tempat Pembuangan Akhir”, bukan sebagai “Tempat Pemrosesan Akhir”.

Oleh karena itu, seberapapun luas lahan yang disediakan untuk TPA tidak akan pernah cukup atau bertahan lama karena permasalahan di hulu hampir tidak pernah diselesaikan.

Situasi ini diperparah dengan adanya kebakaran di sejumlah TPA di Bali, seperti di Gianyar, Buleleng dan Tabanan serta yang paling anyar terjadi di TPA Regional Suwung, Denpasar.

Terbakarnya TPA Suwung beberapa waktu lalu juga diiringi penutupan oleh masyarakat setempat.

Kondisi ini terjadi karena pemerintah dinilai tak mempunyai solusi yang kongkret atas permasalahan permasalahan sampah.

Komunitas peduli lingkungan menilai, terbakarnya berbagai TPA di Bali ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di hilir, dalam hal ini TPA, sudah melampaui batas.

Atas permasalahan tersebut, sejumlah komunitas peduli lingkungan yang terdiri dari Trash Hero Indonesia, PPLH Bali, Griya Luhu, Yayasan Tukad Bindu, Yayasan Lengis Hijau dan berbagai bank sampah mengeluarkan pertanyaan sikap.

Salah satunya sikapnya adalah mendorong masyarakat agar bisa menyelesaikan persoalan sampah di sumbernya sendiri.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved