Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional

Kasus stunting atau kegagalan tumbuh kembang anak akibat malnutrisi kronis di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar

Tayang:
Penulis: eurazmy | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Menuju Bali Bebas Stunting, Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Denpasar menggelar seminar nasional bertajuk Strategies Of Overcoming Stunting Problem Toward Next Healthy Generation, Sabtu (2/10/2019) di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar, Denpasar, Bali. Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional 

Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus stunting atau kegagalan tumbuh kembang anak akibat malnutrisi kronis di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting.

Terlebih, Indonesia juga merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.

Sementara, di Bali sendiri prevalensi stunting termasuk mengalami penurunan tajam dari yang semula 26,9 persen kini menjadi 21,9 persen di tahun 2018.

Kendati begitu, stunting masih jadi perhatian besar bagi civitas akademika di Jurusan Gizi Poltekes Denpasar.

Berbarengan dengan HUT Pendidikan Tinggi Tenaga Gizi Bali Ke-34, Hari Kesehatan Nasional dan HUT Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Ke-34, digelar Seminar Nasional Pencegahan Stunting dengan tema Strategies Of Overcoming Stunting Problem Toward Next Healthy Generation, Sabtu (2/10/2019), di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali.

Adapun dalam seminar ini menghadirkan empat narasumber yakni Dr Hera Nurlita, Dr Ir Komang Agusjaya Mataram, Dr I Putu Suiraoka dan Dr Badrut Tamam.

Dumping I dan II Tak Sepenuhnya Jadi RTH, Pelindo III Tak Ikuti Rekomendasi Gubernur Bali

Pakai Jaket Loreng Jaket Resmi TNI, Seorang Pengendara Motor Dihentikan dan Diperiksa

Adapun mereka membahas tema strategis terkait penanganan dan pencegahan kasus stunting yang melibatkan peran penting tenaga gizi.

Adapun peserta seminar nasional ini mencapai 300 orang yang terdiri dari civitas akademika Poltekkes Kemenkes Denpasar, tenaga ahli gizi, Puskesmas, Persagi dan DBI Bali.

Kepala Jurusan Gizi Ni Komang Wiardani mengatakan bahwa kasus stunting masih jadi perhatian utama bersama demi menciptakan generasi unggul dan Bali Bebas Stunting 2022.

Stunting maupun gizi buruk masih jadi momok mengancam kelangsungan suatu bangsa sehingga membuat Poltekes terpanggil untuk terus menciptakan terobosan baru dalam menangani stunting.

''Sehingga bagaimanapun kita harus terus menggalang kerja sama dengan seluruh lintas sektor untuk bersama-sama berkolaborasi membangun komitmen menangulangi stunting di bali ini,'' katanya kepada Tribun Bali.

Diharapkan dari sini, kata dia, peserta bisa lebih memahami permasalahan stunting, pola pangan sebagai determinasi stunting hingga strategi-strategi jitu dalam pencegahan stunting.

''Dalam strategi memang sifatnya harus multisektor, melibatkan lintas bidang mulai aspek sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan lain-lain,'' terangnya.

Sebabkan Iritasi, Jangan Semprot Parfum di 5 Area Tubuh Ini

Kegaduhan Warnai Kongres PSSI, 6 Caketum PSSI Tiba-tiba Keluar Ruangan & Insiden Adu Mulut Iwan Bule

Sehingga dari seminar ini diharapkan ada output analisis dan pendekatan gizi kesehatan yang lebih efektif.

Selama ini, program sosialisasi masih berkutat di program-program pengabdian masyarakat pendampingan Posyandu, penyuluhan gizi ibu hamil dan sosialisi lainnya.

''Pola asuh dan pola pangan menjadi faktor terbesar kasus stunting. Tapi memang tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tapi juga tak lepas dari faktor sosial budaya ekonomi dan lingkungan,'' jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap segenap tenaga gizi dan mahasiswa bisa mulai merancang program pencegahan dan penanganan gizi yang efektif.

Tentunya, terobosan pencegahan stunting inj juga perlu melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah dan juga masyarakat untuk mampu terlibat secara aktif dalam upaya penurunan stunting.

“Semoga kesadaran masyarakat dalam menyadari pentingnya asupan gizi yang baik bisa tumbuh. Dengan pola asupan gizi yang baik, diharapkan akan tercipta generasi yang sehat, berkualitas dan berdaya saing sebagai bangsa yang unggul di masa depan,” harapnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved