Berita Banyuwangi

Sedang Tren, Pasar Wit-Witan Banyuwangi Sediakan Kuliner Tradisional di Bawah Pepohonan

Di pasar ini juga tak boleh ada wadah dan sampah plastik. Para penjual makanan menggunakan daun pisang hingga tempurung kelapa untuk makan dan minum.

Sedang Tren, Pasar Wit-Witan Banyuwangi Sediakan Kuliner Tradisional di Bawah Pepohonan
haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sedang menikmati menu geseng bangsong yang ada di Pasar Witwitan 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Wisata kuliner di Banyuwangi terus menjamur.

Salah satu yang kini sedang menjadi primadona adalah Pasar Wit-witan yang terletak di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

Berada di bawah pepohonan yang rindang, wisatawan bisa menikmati berbagai kuliner tradisional, termasuk geseng bangsong yang khas Singojuruh.

Pasar kuliner tradisional ini buka setiap Minggu pagi, mulai pukul 06.00 - 10.00.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas terlihat sangat menikmati kekhasan saat makan di pasar tersebut, terutama menu geseng bangsong (itik jantan).

"Nikmat sekali rasanya. Rasa pedas bercampur asam dari daun wadung yang menjadi campuran bumbunya sungguh nikmat," ujar Anas.

Geseng bangsong adalah makanan khas Dusun Wijenan Kidul, Desa Singolatren, Singojuruh.

KPID Bali Sebut Hanya 30 Persen Lembaga Penyiaran di Bali Mau Siarkan Lagu Anak

Tak Perlu Pakai Obat Nyamuk, Begini Cara Mudah dan Efektif Mengusir Nyamuk

Makanan ini biasanya dihidangkan saat acara-acara keagamaan umat Islam. Seperti Maulid Nabi, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha.

Selain geseng bangsong, di pasar tersebut juga dijajakan Rawon Alas, Sego Cawuk, hingga aneka kudapan tradisional seperti tiwul, gatot.

Untuk minuman, mulai dari jamu hingga es cendol juga ditemukan di sini hingga aneka kudapan tradisional seperti tiwul, gatot.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved