Breaking News:

Gus Bota Berduka Rekan Seperjuangannya Meninggal Terkena Diabetes, Dewa Saraf Dikenal Sosok Loyalis

Setelah beberapa tahun berjuang melawan penyakit diabetes (gula), salah satu pentolan Semeton Gus Bota (GB) Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ady Sucipto
DOK
Almarhum Dewa Putu Ngurah atau Dewa Saraf 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setelah beberapa tahun berjuang melawan penyakit diabetes (gula), salah satu pentolan Semeton Gus Bota (GB) Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf (55) akhirnya menghembuskan napas terakhirnya, Minggu (3/11).

Ia meninggal di Rumah Sakit Daerah Wangaya, Denpasar.

Kepergian pria asal Pas Dalem, Kelurahan Gianyar, ini menjadi duka mendalam di mata Semeton GB seluruh Bali.

Terlebih bagi Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota, yang merasa sangat berduka dengan meninggalnya Dewa Saraf.

Siap-siap Berebut 1.750 Formasi CPNS di Bali, Minggu Depan Dijadwalkan Digelar Simulasi CAT CPNS

Bermaksud Kritisi Kata Bilateral di Tweet Jokowi, Komentar Fahri Hamzah Ini Menuai Kritik Begini

Gus Bota mengaku mendengar kabar duka itu pada Minggu siang.

Sebelumnya, Dewa Saraf memang diketahui menderita sakit diabetes dan jantung.

"Beliau meninggal di Rumah Sakit Wangaya karena sakit diabetes dan jantung.

Sudah lama komplikasi dan keluar masuk rumah sakit," bebernya kepada Tribun Bali, kemarin.

Humas Rumah Sakit Wangaya, Agung Suastika, mengungkapkan Dewa Saraf sempat dirawat di ICU.

“Beliau masuk ICU tanggal 2 November pukul 22.15 Wita, lalu meninggal tanggal 3 pukul 12.30 siang," katanya dikonfirmasi terpisah, kemarin.

Begini Pencerahan Ida Pandita Mengenai Surga dan Neraka Menurut Hindu

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved