Hakim Tunda Sidang Praperadilan I Nyoman Dhamantra terhadap KPK karena Alasan Ini

Penundaan itu terjadi setelah adanya eksepsi kompetensi absolut dalam jawaban kuasa hukum termohon.

Hakim Tunda Sidang Praperadilan I Nyoman Dhamantra terhadap KPK karena Alasan Ini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota DPR RI I Nyoman Dhamantra mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/8/2019). KPK menahan enam orang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019 dengan barang bukti uang 50 ribu dolar Amerika serta bukti transfer sebesar Rp2,1 miliar. 

Hakim Tunda Sidang Praperadilan I Nyoman Dhamantra terhadap KPK karena Alasan Ini

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sidang permohonan praperadilan I Nyoman Dhamantra dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota dan izin impor bawang putih ditunda di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Dalam sidang yang berlangung mulai pukul 10.30, hakim tunggal Krisnugroho memutuskan penundaan sidang permohonan praperadilan Dhamantra kepada KPK.

Penundaan itu terjadi setelah adanya eksepsi kompetensi absolut dalam jawaban kuasa hukum termohon.

Krisnugroho menuturkan, sebagai upaya menciptakan keadilan dan netralitas, pihaknya pun memberikan kesempatan kepada pemohon untuk menanggapi eksepsi kompetensi absolut.

"Karena ada eksepsi otomatis menjadi berubah, jadi untuk itu pemohon kami berikan kesempata menanggapi, ini hanya mengenai eksepsi kompetensi absolut, sidang berikutnya hari Selasa, 5 november 2019," ujar Krisnugroho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Viral Pengakuan Gadis, Berhubungan Intim dengan Pacar untuk Keluarkan Sel Darah Putih, Ini Faktanya

Kasus Penebasan Membabi-buta di Kerobokan Berawal dari Duro, Tawaran Kopi Berubah Jadi Darah

Krisnugroho menyampaikan, dengan adanya eksepsi ini otomatis baru akan ada keputusan pada lanjutan sidang berikutnya.

"Sidang kami tunda sekaligus memberikan kesempatan kuasa pemohon dengan adanya eksepsi kompetensi absolute dari kuasa hukum termohon," kata dia.

kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK pada 8 Agustus 2019.

Penyidik mendapat informasi adanya transaksi suap terkait pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019.

Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni anggota DPR Komisi VI I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri, dan Elviyanto sebagai penerima suap.

Selain itu, Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar sebagai pemberi uang suap.

Dhamantra, Mirawati Basri dan Elviyanto diduga menerima uang suap sebesar Rp 2 miliar melalui transfer untuk mengurus kuota impor bawang putih dari Chandry Suanda, Doddy Wahyudi dan Zulfikar.

"DDW (Doddy Wahyudi) mentransfer Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik INY (Nyoman). Uang Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus SPI (Surat Persetujuan Impor)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Kamis (8/8/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hakim Tunda Sidang Permohonan Praperadilan Dhamantra terhadap KPK

Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved