KSPSI Sebut Banyak Perusahaan di Jembrana yang Menggaji Pekerja di Bawah UMK

Ketua KSPSI Jembrana, Sukirman mengungkapkan, masih banyak pekerja di Jembrana yang dibayar di bawah standar.

KSPSI Sebut Banyak Perusahaan di Jembrana yang Menggaji Pekerja di Bawah UMK
pexel.com
Ilustrasi pekerja. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jembrana, Sukirman mengungkapkan, masih banyak pekerja di Jembrana yang dibayar di bawah standar.

Tidak hanya perusahaan, pemerintah juga melakukan hal yang sama.

Ia mencotohkan pegawai kontrak. Pengupahan untuk pegawai kontrak masih jauh dari kata layak.

"Pemerintah itu dalam sistem pengupahannya dijadikan barometer oleh perusahaan. Manakala upah di bawah UMK, itu menjadi problem," kata dia, Minggu (3/11/2019).

Ia menilai, pemkab harus memberikan kejelasan dalam pengupahan.

Dari informasi yang diterimanya, pegawai kontrak ada yang dibayar Rp 1,2 juta, ada 1,5 juta, hingga Rp 2 juta.

Namun jumlah tersebut fluktuatif. Ia pun tak tahu penyebabnya apa.

"Apakah karena pendidikan atau job training dari pegawai itu sendiri. Kalau secara pengupahan seharusnya memang 0 tahun itu sudah dibayar UMK. Bukan di bawah itu," ucapnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menetapkan UMP Bali sebesar Rp 2.449.000.

Nilai ini sebagai acuan UMK Kabupaten/Kota di Bali untuk menetapkan nominal UMK.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved