Perbaikan Patung Gusti Jelantik Selesai 45 Hari, Bagian Tubuh Sudah Dikirim ke Jogja

Patung Gusti Ketut Jelantik rusak akibat diguncang gempa Lombok bulan Agustus tahun 2018 lalu.

Perbaikan Patung Gusti Jelantik Selesai 45 Hari, Bagian Tubuh Sudah Dikirim ke Jogja
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kondisi patung pahlawan Gusti Ketut Jelantik di Jalan Diponegoro, Amlapura yang rusak. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Patung pahlawan nasional, Gusti Ketut Jelantik yang didirkan di Simpang Tiga Jalan, Kelurahan Karangasem akan diperbaiki akhir tahun ini.

Patung tersebut rusak akibat diguncang gempa Lombok bulan Agustus tahun 2018 lalu.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungn (DLH) Karangasem, Wayan Tahun menjelaskan, perbaikan patung sudah mulai dikerjakan. Sumber anggaran  daari APBD  Perubahan dengan nominal Rp 200 juta.

"Rekanan yang meengambil  seniman dari Jogjakarta. Serpihan dan patahan patung sudah dikirim ke Jogjakarta untuk diprbaiki. Kemarin (dya hari lalu) petugas mengambil bagian kakinya yang masih tersisa di tugu," ungkap Wayan Tahun, Minggu (3/11/2019).

Patung ini akan dibentuk sesuai patung yang sebelumnya.

Pemasangan patung direncanakan dilakukan pertengahan Desember 2019. Paatung tersebut akan dikerjakan sekitaar 45 hari terhitung dari kemarin.

"Patung memang harus segera diperbaiki karena ada dorongan dari masyarakat serta keluarga beliau (Gusti Ketut Jelantik). Makanya tahun ini langsung dikerjakan DLH. Semoga tak ada kendala. Pengerjaan patung bisa berjalan sesuai direencanakan," harapnya.

Untuk diketahui, perbaikan patung Gusti Ketut Jelantik adalah dorongan masyarakat dan keluarganya.

Mereka sempat bertemu menyampaikan aspirasi ke DPRD Karangasem agar pemerintah secepatnya perbaiki patung tersebut.

Perbaikan juga sebagai bentuk bukti dari penghargaan terhadap beliau.

Patung yang diresmikan Ida Bagus Oka pada 28 April Tahun 1996 tersebut rusak setelah diguncang gempa Lombok berkuatan 7,0 SR.

Kepala dan bagian badan patung patah, yang tersisa  hanya bagian kaki dan tugu.

Kerusakan patung ini sempat disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali tapi tak direspons. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved