Ahmad Meninggal di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk Setelah Tubuhnya Terseret 17 Meter

Diduga, saat itu ia melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi namun tak menguasai medan.

Ahmad Meninggal di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk Setelah Tubuhnya Terseret 17 Meter
Net/google
Ilustrasi Kecelakaan Lalulintas 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang pria asal Desa Kemuning Sari Lor, Kecamatan Panti, Jember, Ahmad Hariyadi (27) tewas di tempat setelah menabrak pohon perindang di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Selasih Kangin, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali, Selasa (5/11/2019) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita.

Bahkan, Ahmad juga sempat terpental sejauh 17 meter setelah menabrak pohon.

Menurut informasi yang diperoleh, sebelum peristiwa itu terjadi lalulintas berjalan normal.

Sepeda motor yang dikendarai Ahmad bergerak dari arah timur (Denpasar) akan pulang ke Jember.

Diduga, saat itu ia melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi namun tak menguasai medan.

Akibatnya, saat tikungan ke kanan ia tak bisa menguasai sepeda motornya hingga keluar ke bahu jalan dan menabrak pohon perindang hingga terpental dan terseret sejauh 17 meter.

Ahmad meninggal dunia di tempat dan sepeda motor dalam keadaan rusak bagian depan.

"Korban diduga dengan kecepatan tinggi kemudian tak menguasai medan. Dan ketika sampai di TKP korban justru melebar ke bahu jalan dan menabrak pohon perindang," ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Budi Astawa, Selasa (5/11/2019).

Ia melanjutkan, korban tewas di tempat karena diduga benturan yang begitu keras bahkan sempat terseret sejauh 17 meter sebelah utara setelah menabrak pohon tersebut.

Saat ini, kata dia, korban masih berada di BRSU Tabanan untuk dititipkan di kamar jenazah sembari menunggu keluarga korban datang menjemput untuk selanjutnya disemayamkan di daerah asalnya.

"Sementara dititip di BRSU Tabanan sambil nunggu keluarganya," sebutnya.

Kompol Budi Astawa mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada saat berkendara. Terlebih lagi berkendara saat malam hari dan belum menguasai medan.

"Apalagi saat ini sudah mulai musim hujan, kami mohon pengendara selalu hati-hati dan taat berlalulintas untuk menghindari hal yang tak diinginkan," imbaunya. (mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved