Dua Orang Meninggal Akibat Ambruknya Atap SDN Gentong Pasuruan

Atap empat bangunan kelas UPT SDN Gentong di Jalan KH Saepuh No 49, Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk, Selasa (5/11) pagi.

Dua Orang Meninggal Akibat Ambruknya Atap SDN Gentong Pasuruan
SURYA
SURYA AMBRUK - Petugas tengah memeriksa atap bangunan kelas UPT SDN Gentong di Jalan KH Saepuh No 49, Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan yang ambruk Selasa (5/11) pagi.

SURABAYA, TRIBUN BALI - Atap empat bangunan kelas UPT SDN Gentong di Jalan KH Saepuh No 49, Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk, Selasa (5/11) pagi. Peristiwa itu terjadi saat aktivitas belajar mengajar masih berlangsung. Di dalam ruang kelas tersebut terdapat 13 orang, termasuk seorang guru.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menerangkan 11 siswa mengalami luka-luka dan dua murid meninggal karena tertimpa material atap bangunan.

"Polres beserta tim evakuasi berada di lokasi yang masih didapati beberapa anak sekolah yang masih tertimbun," katanya pada awak media di ruangannya, Selasa (5/11).

Barung mengungkap identitas kedua korban tewas itu. Satu di antaranya adalah seorang siswa bernama Israh Almira (8), alamat Gentong, Kota Pasuruan dan seorang guru pengajar, Silvina Asri Wijaya (19).

"Nah ini meninggal dikarenakan terkena bangunan itu, jelas karena ambruk dari atas. Atapnya itu hanya atap genteng yang dilapisi atap seng, tetapi nanti akan diputuskan setelah scientific identifikasi," jelasnya.
Melihat konstruksi atap bangunan yang ambruk, Barung menduga ada sebuah unsur kelalaian dalam proses pembangunan atap yang berlangsung sekitar tahun 2017 silam.

"Karena dari ambruknya sekolah itu kemungkinan besar ada unsur lalai atau pasal 359 yang mengakibatkan meninggalnya orang," katanya.

Atas dugaan awal itu, ungkap Barung, pihaknya tak cuma memeriksa para pekerja bangunan atap sekolah tersebut. Namun juga pihak-pihak yang bertanggungjawab atas regulasi pembangunan gedung.

"Dan beberapa penanggungjawab, bukan hanya penanggungjawab pemborong itu saja, tapi juga yang merencanakan bagian administrasinya," ungkapnya.

Kendati begitu pihaknya masih akan menunggu hasil identifikasi olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim Labfor Polda Jatim.

Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved