Korupsi Dana Pengentasan Kemiskinan di Karangasem, Sukertia Loloskan 32 Pinjaman Fiktif  

Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Kecamatan Rendang, Wayan Sukertia (48)

Korupsi Dana Pengentasan Kemiskinan di Karangasem, Sukertia Loloskan 32 Pinjaman Fiktif  
Tribun Bali/Saiful Rohim
MODUS FIKTIF - Tersangka Wayan Sukertia (pakaian adat) akan dilimpahkan petugas kepolisian ke Kejari Karangasem, Selasa (5/11/2019). Ia terlibat penyalahgunaaan dana PNPM Kecamatan Rendang. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Kecamatan Rendang, Wayan Sukertia (48), ditetapkan tersangka. Ia terlibat tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana PNPM Kecamatan Rendang.

Pria asal Kedungdung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang ini adalah aktor yang menyuruh dan mengarahkan Ni Wayan Murniati dan Ni Ketut Wartini dalam membentuk kelompok fiktif untuk mencairkan anggaran PNPM. Murniati dan Wartini sudah terlebih dahulu ditetapkan jadi tersangka.

Wakpolres Karangasem, Kompol Aris Purwanto mengungkapkan, penyidikan terhadap tersangka dilakukan sejak 29 April 2019. Kasus ini adalah lanjutan dari temuan tahun 2017. "Sebelumnya kami telah tetapkan dua tersangka," ungkap Aris Purwanto, Selasa (5/11/2019).

Ia melanjutkan, setelah kelompok fiktif Murniati dan Wartini terbentuk, mereka mengusulkan pinjaman ke UPK Kecamatan Rendang. Proses peminjaman dilakukan berkali-kali dengan kelompok fiktif yang beda-beda. Jangka waktu yang ditempuh juga bervariatif. Sukertia memiliki andil dalam meloloskan peminjaman tersebut.

Sesuai petunjuk sang ketua, Ni Wayan Murniati membentuk tujuh kelompok fiktif dengan nominal pinjaman 292 juta lebih. Sedangkan Ni Ketut Wartini membentuk 25 kelompok fiktif dengan nominal pinjaman Rp 1,6 milliar lebih. Mereka ajukan pinjaman secara bertahap. Per kelompok mengusulkan pinjaman dari Rp 50 sampai Rp 100 juta.

Bantuan dana PNPM yang disalahgunakan bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten. Dana ini diterima UPK Rendang secara bertahap dari 2004 sampai 2014. Dana ini sejatinya untuk pengentasan kemiskinan di Kecamatan Rendang.

Kerugian akibat penyalahgunaan dana PNPM sekitar Rp 1.9 milliar, sesuai hitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Modus operasi yakni, tersangka terlibat di dalam penyalahgunaan dana PNPM. Tersangka berperan mengarahkan membentuk kelompok fiktif, dan membantu meloloskan proses peminjaman kelompok fiktif.

"Tersangka sudah tahu jika kelompok itu fiktif, tapi tetap meloloskaan peminjaman. Perhitungan dari BPKP, negara alami kerugian REp 1,9 miliar," jelas Aris Purwanto.

Berkas serta barang bukti tersangka sudah lengkap. Kemarin, dilakukan tahap dua ke Kejaaksaan Negeri Karangasem. Wayan Sukertia dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Pasal tersebut menyatakan hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Atau Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 T

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved