Peningkatan Tunjangan Harus Dibarengi dengan Peningkatan Mutu, Dewan Harapkan Guru Dapat Perhatian

Peningkatan Tunjangan Harus Dibarengi dengan Peningkatan Mutu, Dewan Harapkan Guru Dapat Perhatian

Peningkatan Tunjangan Harus Dibarengi dengan Peningkatan Mutu, Dewan Harapkan Guru Dapat Perhatian
NET
Ilustrasi uang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Pengamat pendidikan, Prof. Putu Rumawan Salain menyambut baik keputusan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menaikkan tunjangan Kepala sekolah SMA, SMK dan SLB Negeri se Bali.

Menurutnya ketika ada upaya Pemerintah untuk meningkatkan tunjangan Kepala sekolah di tingkat Pendidikan dasar dan menengah maka kebijakan itu perlu diapresiasi. “Kita sambut dengan positif peningkatan itu, tapi juga mesti dibarengi dengan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan,” kata Prof. Rumawan saat dihubungi melalui sambungan seluler Selasa (5/11/2019) malam. 

Untuk menaikkan mutu Pendidikan, kata dia, ada 8 standard yang harus dipenuhi, tidak hanya tergantung dari pemberian penghargaan kepada Kepala sekolah. “Guru-guru juga harus diberi penghargaan, kurikulumnya apa sudah baik, infrastruktur sekolahnya apa sudah baik, dan lain-lainnya,” ujarnya.

Upaya peningkatan tunjangan Kepala sekolah ini dinilai hanya satu aspek pendukung saja dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dia mempertanyakan apakah kalau hanya tunjangan Kepala sekolah saja yang dinaikkan, maka nanti Kepala sekolah yang bisa menyelesaikan semua urusan.

Selain itu kalau hanya tunjangan Kepala sekolah SMA saja yang dinaikkan, bagaimana dengan nasib Kepala sekolah di tingkat SMP dan SD yang mengakibatkan mereka bisa ‘gigit jari’ mengingat yang menjadi kewenangan Provinsi hanyalah SMA sederajat.

Prof. Rumawan menambahkan disisi lain sekolah itu sebenarnya tidak mencari untung, tetapi sekolah berjuang dan mengabdi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 

Senada dengan Prof. Rumawan, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta mengapresiasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Koster. Bahkan, tambah dia, kenaikan tunjangan itu jangan hanya diberikan kepada Kepala sekolah saja tetapi juga perlu diberikan kepada guru. “Guru juga perlu mendapatkan perhatian, cuman harus melihat kemampuan keuangan daerah,” kata Budiarta.

Disisi lain, ia mengingatkan pemberian tunjangan itu jangan sampai menimbulkan defisit anggaran APBD. Selanjutnya, sebagai solusi pemberian tunjangan kepada pihak-pihak lain bisa diberikan secara bertahap. “Kalau sekarang Kepala sekolah, nanti bisa diberikan ke guru, biar tidak menimbulkan kecemburuan,” tuturnya.

Dikatakannya memang tulang punggung masyarakat adalah guru, karena peningkatan SDM kuncinya ada di pendidikan. “Nanti kalau bisa pihak terkait lainnya harus diperhatikan tapi dengan catatan harus melihat kemampuan keuangan daerah,” imbuhnya.

Ia berharap dengan meningkatnya kesejahteraan Kepala sekolah, maka mutu pendidikan juga harus mendapat perhatian penuh. “Dia (Kepala sekolah red) tidak memikirkan kesejahteraan lagi, artinya dia hanya memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas anak-anak didik agar meningkat SDM kita,” jelasnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved