Kebakaran Kapal

Api Menyambar Saat Nakhoda Nyalakan Mesin 

Anak buah kapal melihat baling-baling mesin kapal terlilit tali tambang yang hanyut dibawa arus dengan panjang sekitar lima meter.

Api Menyambar Saat Nakhoda Nyalakan Mesin 
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas gabungan menunggu 10 korban kapal Bintang Jaya VI yang terbakar di peraitan laut utara Bali di Pelabuhan Celukan Bawang, Selasa (5/11). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kapal Motor (KM) Bintang Jaya VI terbakar di peraitan laut utara Bali atau 50.64 Mil dari Pelabuhan Celukan Bawang, Selasa (5/11). Sembilan anak buah kapal dan satu nakhoda berhasil diselamatkan. Mereka dievakuasi oleh tim Basarnas Buleleng, ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak sekira pukul 21.30 Wita.

Nahkoda KM Bintang Jaya VI, Martin (37) mengatakan, kapal bermesin GT 168 itu berangkat dari Pelabuhan Situbondo pada pukul 17.00 Wita, Senin (4/11/2019). Mereka berencana menuju ke Papua untuk mengambil ikan.

Namun kemarin sekira pukul 11.00 WIB, saat kapal masuk ke wilayah perairan laut utara Bali, atau pada titik koordinat 50.64 dari Pelabuhan Celukan Bawang, Martin merasa kapal sepanjang 35 meter itu bergetar keras.

Warga Probolinggo, Jawa Timur ditemui di Pelabuhan Celukan Bawang ini bergegas mematikan mesin kapal dan menyuruh anak buah kapal (ABK) bernama Andi Hededata (40) menyelam melakukan pengecekan. Saat itu Andi melihat baling-baling mesin kapal terlilit tali tambang yang hanyut dibawa arus, dengan panjang sekitar lima meter.

Ia langsung memotong tali tersebut. Setelah tali dipotong, Andi kembali ke kapal. Sementara nakhoda mencoba menyalakan kembali mesin kapal. Namun nahas, saat mesin coba dinyalakan, api tiba-tiba menyambar dari dalam mesin.

"Kejadiannya cepat sekali. Api cepat menyambar ke bagian depan kapal, karena ada beberapa bahan bakar yang kami bawa," ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, seluruh ABK pun melompat ke laut dengan berpengangan pada pelampung milik kapal. Mereka terombang ambing selama dua jam hingga kemudian berhasil diselamatkan oleh kapal berbendera Hongkong.

"Kami melambai-lambaikan tangan, kemudian langsung diselamatkan oleh mereka. Dikasih minum dan makan. Saya juga sempat menghubungi keluarga. Besok (hari ini) rencanamya dijemput," kata Martin.

Sementara Kepala Basarnas Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, pihaknya menerima kabar atas kejadian ini pada pukul 16.00 Wita. Ia bergegas melakukan penjemputan 10 korban di perairan laut Buleleng. Dari pantauan, ke 10 korban tiba di Pelabuhan Celukan Bawang pada pukul 21.30 Wita dan langsung dilakukan pengecekan kesehatan.

Sementara GM Pelindo III Pelabuhan Celukan Bawang, Rio Dwi Santoso mengatakan, setelah dievakuasi ke 10 korban diinapkan di Kantor Syahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang.

"Makan, minuman, pakaian dan obat-obatannya kami yang memfasilitasi. Kamu sudah hubungi juga keluarganha korban. Dan besok (Rabu) pagi mereka dijemput oleh keluarganya. Kami tidak memfasilitasi kepulangannya," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved