Cok Mirah Syukuri Kenaikan Tunjangan Kepsek, Singgung Mendikbud Baru Soal Pendidikan Berbasis IT

Cok Mirah Syukuri Kenaikan Tunjangan Kepsek, Singgung Mendikbud Baru Soal Pendidikan Berbasis IT

Cok Mirah Syukuri Kenaikan Tunjangan Kepsek, Singgung Mendikbud Baru Soal Pendidikan Berbasis IT
NET
Ilustrasi uang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi menaikkan tunjangan Kepala sekolah SMA, SMK dan SLB negeri menjadi Rp 6.250.000 per Oktober 2019. 

Kepala SMAN 7 Denpasar, Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati mengatakan atas kenaikan tunjangan tersebut yang paling utama dilakukan adalah patut mensyukurinya karena  Pemerintah daerah sudah memperhatikan kesejahteraan para guru utamanya Kepala sekolah. 

“Kita patut acungi jempol dan syukuri, apapun perhatian yang diberikan Pemerintah kepada kita patut kita syukuri. Sehingga kedepannya kita harus berusaha untuk bisa bertanggung jawab atas penghargaan yang diberikan,” kata Cok Mirah saat dihubungi Rabu (6/11/2019).

Menurutnya tantangan pekerjaan sebagai Kepala sekolah cukup berat, apalagi dengan adanya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru yang berbasiskan IT (Teknologi Informasi red), maka hal itu juga perlu disikapi.

Ia mengaku sudah melihat dalam media sosial mengenai rencana dan target dari Mendikbud yang baru. “Nah itu (Pendidikan berbasis IT) yang mungkin menjadi hal-hal baru dibidang tugas kita nanti,” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, SMAN 7 Denpasar sudah melakukan pembelajaran dengan sistem IT. “Tiang sudah bersepakat dengan staf bahwa semua guru dan pegawai admin harus pegang komputer. Bisa, tidak bisa harus (menggunakan IT). Masalah nanti bisa atau tidak, yang penting mereka sudah berproses,” ujarnya.

Disisi lain visi Gubernur Bali yakni Jnana Kerthi juga tidak jauh beda dengan program nasional karena konsepnya sudah ada sejak dulu sampai sekarang. Yang paling krusial berubah saat ini adalah karakter anak. Dari anak yang tidak berani menjadi berani. Dari anak yang tidak nakal menjadi nakal. Sehingga akhirnya mengubah tatanan kehidupan mereka.

Pihaknya juga setuju tentang pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) orang Bali melalui pendidikan. Maka dari itu di SMAN 7 Denpasar pada tahun 2019 ini menargetkan Pendidikan karakter. 

Kalau ada anak yang nakal dilakukan dengan pendekatan hati. “Kalau kita menangani anak dengan kekerasan akan mental dia. Siapapun yang melakukan pendidikan dengan keras, dia akan mental karena anak sudah lebih melek dari gurunya,” tuturnya.

Maka dari itu yang bisa dilakukan dengan menyentuh hatinya. Pendekatan hati dilakukan dengan mengkondisikan karakter anak supaya menjadi lebih baik.(*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved