Sejumlah Aktivis Pelegalan Ganja Ditangkap di Jembrana, Polisi: Pakai di Tempat dan Jual Ekstrak

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, aksi tersangka ini sejatinya dijalankan dengan modus memakai di tempat kejadian.

Sejumlah Aktivis Pelegalan Ganja Ditangkap di Jembrana, Polisi: Pakai di Tempat dan Jual Ekstrak
TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGGA ISMAYA
Satreskoba Polres Jembrana kembali membongkar peredaran ganja. Tujuh orang diringkus dan sekitar dua kilogram ganja disita. Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, aksi tersangka ini sejatinya dijalankan dengan modus memakai di tempat kejadian. 

Sejumlah Aktivis Pelegalan Ganja Ditangkap di Jembrana, Polisi: Pakai di Tempat dan Jual Ekstrak

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Satreskoba Polres Jembrana kembali membongkar peredaran ganja.

Tujuh orang diringkus dan sekitar dua kilogram ganja disita.

Belum lama ini, hampir 100 kilogram ganja masuk ke Bali disita.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, aksi tersangka ini sejatinya dijalankan dengan modus memakai di tempat kejadian.

Mereka merupakan aktivis untuk pelagalan ganja.

Namun, karena melakukan pemakaian dan mengekstrak ganja, maka dilakukan penangkapan.

"Kami amankan dua kilogram ganja, dengan ekstrak ganja dan lengkap dengan timbangan dan delapan buah handphone," ucapnya, Rabu (6/11/2019).

Komisi III DPRD Klungkung Minta Pemkab Prioritaskan Kesehatan Warga daripada Pembangunan Fisik

BREAKING NEWS! PSS Sleman vs Bali United, Tendangan Bebas Terakhir Fadil Nyaris Berbuah Kemenangan

Risa Santoso Rektor Temuda di Usia 27 Tahun, Ini Jejak Digitalnya

Ketut menyebut, tujuh tersangka ini ialah Richard Wahyu Pradiyantono (21), Muhamad Diansah (20), Petrus Ridanto Busono Raharjo (42), Muhammad Ali Nurdin (27), Mahmul Arbiansyah Gulton (20), I Ketut Anugraha (49), I Gede Dody Suhendra (37) dan I Gede Juliada Negara (31). Mereka ditangkap Sabtu (2/11/2019) sekira pukul 16.00 Wita.

Mereka diringkus di rumah Ketut Anugraha di Banjar Anyar Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo Jembrana.

"Mereka kami amankan dari informasi masyarakat. Ancaman hukumannya di atas lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved