Tersangka Korupsi Ingin Hadiri Pernikahan Anaknya, Namun Kejari Tolak Penangguhan Penahanan

Ia berharap, Sukertia bisa hadir dalam pernikahan dan resepsi anaknya. Sebab, kata dia, ini adalah prosesi sakral.

Tersangka Korupsi Ingin Hadiri Pernikahan Anaknya, Namun Kejari Tolak Penangguhan Penahanan
Tribun Bali/Saiful Rohim
Polisi menujukkan Wayan Sukertia (pakaian adat) yang jadi tersangka tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Rendang, Selasa (5/11).   

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - I Wayan Sukertia (48), mengajukan penangguhan penahanan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem. Penangguhan penahanan diajukan lantaran anaknya melaksanakan pernikahan, Kamis (7/11/2019).

Warga Banjar Kedungdung, Desa Besakih ini menjadi tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Kecamatan Rendang. Ia telah ditahan kejaksaan sejak Selasa (5/11/2019).

Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri ini ditahan selama 20 hari sejak pelimpahan dari Polres Karangasem. Ia sementara ditahan di Lembaga Pemasyarakat (LP) Karangasem.

I Made Arnawa, Kuasa hukum I Wayan Sukertia mengatakan, surat penangguhan penahanan sudah diajukan setelah kliennya ditahan. Meski alasan penangguhan penahanan adalah hari pernikahan sang anak, rupanya Kejari Karangasem menolak.

"Langsung ditahan. Kami kuasa hukum juga langsung mengajukan penangguhan penahanan. Apa alasan penolakanan (penangguhan penahanan), coba konfirmasi ke kejaksaan," kata Arnawa, Rabu (6/11/2019).

Pihaknya bersurat ke Kejaksaan Karangasem untuk meminta izin agar kliennya bisa menghadiri pernikahan anaknya. Sukertia, kata dia, sangat ingin untuk datang dalam acara pernikahannya anaknbya. "Belum ada jawaban dari kejari," ujarnya.

Ia berharap, Sukertia bisa hadir dalam pernikahan dan resepsi anaknya. Sebab, kata dia, ini adalah prosesi sakral. Ia mengaku akan terus brusaha meminta izin meski nanti dengan pengawalan polisi.

Ia bersama keluarga terdakwa bersedia menjadi jaminan jika usulan itu dikabulkan oleh kejaksaan. "Kasihan anaknya kalau tidak dihadiri orangtuanya. Semoga kejaksaan mengizinkan terdakwa untuk menghadiri pernikahan anak," katanya.

Dalam kasus ini, Wayan Sukertia juga akan menempuh praperadilan. Bagi Arnawa, penetapan tersangka kliennya tersebut masih prematur. Diberitakan sebelumnya, Sukertia adalah aktor yang menyuruh dan mengarahkaan Ni Wayan Murniati dan Ni Ketut Wartini (sudah ditetapkan tersangka), membentuk kelompok fiktif untuk mencairkan anggaran PNPM.

Setelah itu kelompok fiktif ini mengusulkan pinjaman ke UPK Kecamatan Rendang. Proses peminjaman dilakukan berkali-kali dengan kelompok fiktif yang beda-beda. Sukertia memiliki andil dalam meloloskan pinjaman tersebut.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved