Kelian Adat dan Pecalang Larang Buang Sampah ke TPA Suwung, Koster Minta Badung Lakukan Pendekatan

Koster menegaskan yang melarang Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan membuang sampah ke TPA Suwung bukanlah Gubernur Bali

Kelian Adat dan Pecalang Larang Buang Sampah ke TPA Suwung, Koster Minta Badung Lakukan Pendekatan
TRIBUN BALI/ WEMA SATYADINATA
Gubernur Bali, Wayan Koster 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Munculnya polemik mengenai larangan tiga Kabupaten membuang sampah di TPA Suwung, khususnya Kabupaten Badung yang kesulitan mencari lahan untuk TPA mendapat tanggapan dari Gubernur Bali, Wayan Koster.

Koster menegaskan yang melarang Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan membuang sampah ke TPA Suwung bukanlah Gubernur Bali, melainkan pihak Kelian adat Pesanggaran bersama pecalangnya.

“Yang ngelarang buang sampah ke TPA Suwung bukan Gubernur tapi Kelian adat dan pecalangnya,” kata Koster usai mengikuti sidang paripurna di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/11/2019).

Lebih lanjut ia menceritakan dalam pertemuan yang digelar di Jayasabha, dan dihadiri seluruh stake holder seperti Gubernur, Pemerintah Kota Denpasar, Badung, dan Gianyar, Kelian adat Pesanggaran, dan pecalang sempat memutuskan semua Pemda termasuk Denpasar dilarang membuang sampah ke TPA Suwung dengan alasan situasinya yang sudah crowded.

Fraksi Demokrat Soroti Kenaikan Dana Bansos Pemprov Bali Jadi Rp 82 Miliar

Romantis, Hemat dan Pendiam! Lahir Kamis Umanis Ugu Hidup Senang di Usia Senja, Begini Nasibnya

“Saya sempat berkunjung ke sana. Saya baru tahu situasi lapangannya seperti itu. Bahkan Walikota Denpasar melakukan pendekatan ditolak oleh Kelian adat bersama pecalangnya. Sampai saya harus mengundang ke Jayasabha, Kelian dan pecalangnya. Saya rayu-rayu akhirnya dikasi Denpasar,” terangnya.

Tetapi setelah Kelian adat dan pecalang diberikan pengertian akhirnya Denpasar diberikan ijin.

Sedangkan Kabupaten lain di luar Denpasar tidak diijinkan.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa Tabanan dan Gianyar menyatakan sanggup membuang sampah di wilayahnya masing-masing.

Sementara Badung menyatakan tidak sanggup.

Kemudian Badung meminta waktu dua bulan untuk mempersiapkan TPAnya, namun ditolak oleh Kelian adat dan pecalang.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved