Krama Banjar Tengah Sobangan Pasang Spanduk Penolakan

Polemik pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Sobangan terus bergulir. Warga kini bahkan memasang spanduk penolakan di banjar.

Krama Banjar Tengah Sobangan Pasang Spanduk Penolakan
TRIBUN BALI
MENOLAK - Spanduk penolakan yang dipasang warga di areal Banjar Tengah, Sobangan Jumat (8/11).

MANGUPURA, TRIBUN BALI – Polemik pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Sobangan terus bergulir. Bahkan kini beberapa warga memasang spanduk di sejumlah tempat yang isinya menolak pembangunan TPS tersebut, salah-satunya di Banjar Tengah. Warga banjar memasang spanduk bertuliskan “Sampah = sampah kami tetap tolak”.

Bendesa Adat Sobangan, Made Oka Suarya mengaku akan membahas hal tersebut dengan masyarakat Sabtu (9/11). “Saya tidak tahu permasalahan. Tapi Sabtu akan saya bahas dengan warga,” jelasnya.

Menurut Oka Suarya, tidak ada agenda khusus dalam pembahasan pembangunan TPS tersebut. Namun ia menekankan akan membahas saat rapat rutin yang dilakukan enam bulan sekali. “Sebenarnya kan akan ada rapat rutin terkait pertanggungjawaban di desa. Nah saat itu saya akan selipkan untuk menyerap aspirasi masyarakat,” katanya.

Disinggung mengenai spanduk penolakan, ia enggan berkomentar. Pasalnya saat masyarakat mendatangi kantor desa, ia tidak mengetahui keberadaan spanduk tersebut, “Waktu itu saya menghadiri rapat, sehingga sudah melihat banyak warga,” akunya.

Lanjut dijelaskannya, sebagai Bendesa Adat di Sobangan, ia tetap akan menyerap aspirasi masyarakat sehingga apa yang menjadi keputusan masyarakat akan dilaporkan ke pihak yang lebih berwenang.

“Saya belum mengetahui di mana lokasinya. Ini kan baru isu atau surat resminya pun belum ada. Itu pun muncul karena pidato Bapak Bupati,” katanya sembari mengatakan masyarakat waktu itu memang menolak karena becermin dari TPA di Suwung.

Salah-satu warga Banjar Selat Sobangan mengaku menolak keras pembangunan TPS tersebut. Ia mengatakan saat aksi memang ada masyarakat, khususnya pemuda yang membawa spanduk. “Spanduk itu sebenarnya kita pasang di depan banjar. Namun dibuka, yang buka pun kami tidak tahu,” jelasnya, Jumat (8/11).

Lebih lanjut pria yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan saat ini spanduk pun kembali dipasang di balai banjar. Hal itu untuk menyatakan penolakan terkait pembangunan sampah tersebut.

“Iya kami tetap menolak, biar tidak ada TPS di Sobangan, karena itu akan mencemari lingkungan,” katanya.
Disinggung mengenai rapat yang akan dilaksanakan oleh bendesa adat, ia mengaku belum mengetahuinya. “Kalau rapat tidak tahu saya. Mungkin dibahas saat rapat desa adat. Tapi yang jelas kami menolak,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (5/11) malam ratusan warga menyampaikan aspirasi dengan menggrudug kantor desa untuk menolak rencana pembangunan TPS. Penolakan tersebut sebagian besar dilakukan oleh warga Banjar Selat dan Tengah, Desa Sobangan. Ada sekitar 200 warga yang menggrudug kantor desa dengan membawa spanduk bertuliskan “Sampah tetap sampah apapun jenismu, kami tetap menolak”.

Aksi tersebut berawal dari pidato yang disampaikan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT Sekaa Teruna di Desa Sobangan. Bupati Asal Desa Pelaga, Petang itu meminta tolong kepada aparat desa setempat untuk melakukan koordinasi karena di Sobangan akan dibuat TPS. (gus)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved