Breaking News:

Mayat Juragan Kopi Diseret Istri dan Anaknya, Dikubur di Dapur Dijadikan Tempat Salat

Pembunuhan tujuh bulan lalu diungkap sendiri oleh pelakunya dengan cerita bohong akibat tak dapat pembagian duit dari ibunya.

dokumentasi Polres Jember
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menginterogasi tersangka Bahar. 

Dia memasukkan mayat ayahnya ke liang itu. Karena liangnya tidak begitu panjang, kaki Surono tertekuk dengan kepala ada di Barat.

Dia menempatkan linggis di bawah jasad ayahnya. Surono terkubur bersama baju dan sarungnya.

Setelah itu, Bahar menimbun memakai semen yang telah dicampur air hingga lubang itu tertutup.

Setelah peristiwa tengah malam itu, Bahar mengambil tas milik Surono. Di tas tersimpan uang tunai Rp 6 juta.

Setelah itu, dia membonceng ibunya memakai sepeda motor CBR ke rumah neneknya. Bahar menitipkan ibunya ke rumah sang nenek, Misnatun, yang tidak jauh dari rumah Surono.

Kemudian, Bahar pulang ke rumah istrinya yang masih berada di Desa Sumbersalak. Bahar menginap semalam, keesokan harinya kembali ke Bali.

Selang beberapa hari, Busani mengabari Bahar kalau lubang yang dibuatnya merenggang. Bahar kemudian meminta sang ibu kembali menguruk lubang penguburan Surono memakai semen dicampur air.

Beberapa hari kemudian, Bahar pulang. Dia kembali menutup lubang itu. Dia menguruknya memakai tanah, kemudian menutupnya dengan keramik.

Pemasangan keramik dilakukan sekaligus memperbaiki dapur itu. Dapur dibangun menjadi bangunan permanen.

Lubang penguburan Surono diubah menjadi musala atau tempat salat. Dapur dibuat bergaya modern.

Halaman
123
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved