Migrasi Peserta BPJS ke Kelas 3 Mulai Terasa, Bagaimana Kesiapan Fasilitas dan Ruang Rawat?

Fachrudin Piliang memrediksi, efek dari kebijakan menaikan iuran BPJS Kesehatan khususnya di kelas 1 dan 2 berdampak pada meningkatnya gerakan warga

Migrasi Peserta BPJS ke Kelas 3 Mulai Terasa, Bagaimana Kesiapan Fasilitas dan Ruang Rawat?
Tribun Bali/M. Firdian Sani
Suasana antrean di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Bali, Kamis (7/11/2019). 

Migrasi Peserta BPJS ke Kelas 3 Mulai Terasa, Bagaimana Kesiapan Fasilitas dan Ruang Rawat?

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah dalam hitungan hari akan mulai menerapkan harga iuran baru untuk peserta BPJS Kesehatan dengan total kenaikan sekitar 100 persen.

Koordinator Wilayah Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KORWIL MP BPJS), Fachrudin Piliang memrediksi, efek dari kebijakan menaikan iuran BPJS Kesehatan khususnya di kelas 1 dan 2 berdampak pada meningkatnya gerakan warga untuk pindah ke kelas 3.

Hal ini beralasan, karena kelas 3 iurannya termurah, yakni Rp 42 ribu. Sementara kelas 1 Rp Rp 160 ribu dan kelas 2 Rp 110 ribu.

Gerakan pindah kelas peserta BPJS Kesehatan sudah terjadi di banyak daerah.

Hal itu terjadi sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

"Sikap warga saat ini tampaknya banyak turun kelas dari kelas 1 atau 2 pindah ke kelas 3. Itu bagi yang mampu. Bagi yang tidak mampu ya akan menambah jumlah peserta menunggak saja," ucapnya terkait keputusan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada Jumat (8/11/2019).

Atas fenomena sosial itu Fachrudin Piliang meminta pemerintah menambah jumlah fasilitas kamar kelas 3 di tiap RS mitra BPJS Kesehatan.

"Efek dari gerakan pindah kelas itu pasti membludaknya kebutuhan fasilitas kamar kelas 3. Sekarang saja fasilitas kamar rawat inap sering penuh, apalagi dengan berpindahnya peserta BPJS Kesehatan dari kelas 1 dan 2 ke kelas 3, peserta BPJS Kesehatan saat ini sudah tembus lebih dari 222 juta orang," kata Fachrudin Piliang.

Hingga 1 Juli 2019, BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 2.341 rumah sakit mitranya telah terakreditasi.

Halaman
12
Penulis: Rizki Laelani
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved