ART • BALI 2019 Kembali Gelar Exhibition Tour  

Pameran seni rupa kontemporer ART • BALI 2019 “Speculative Memories” kembali menggelar Exhibition Tour dan Meet the Artists pada Minggu, 10 November.

ART • BALI 2019 Kembali Gelar Exhibition Tour   
ART • BALI 2019
Exhibition Tour serangkaian pameran seni rupa kontemporer ART • BALI 2019 “Speculative Memories” di di AB•BC Building, Bali Collection, Kawasan ITDC, Nusa Dua, Badung, Bali.

Mangupura, Tribun Bali – Pameran seni rupa kontemporer ART • BALI 2019 “Speculative Memories” kembali menggelar program Exhibition Tour dan Meet the Artists pada Minggu, 10 November 2019. Sesi ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00–18.00 Wita di AB•BC Building, Bali Collection, Kawasan ITDC, Nusa Dua, Badung, Bali.

Program tersebut akan menghadirkan sejumlah seniman Bali antara lain Marmar Herayukti, I Wayan Sujana ‘Suklu’, I Made Palguna, dan I Gusti Ngurah Udianata ‘Rahman’. Para kreator tersebut akan mengajak pengunjung pameran untuk mengenal lebih dekat karya mereka yang dipamerkan selama tiga bulan di ART • BALI 2019.                                                  

“Program edukasi ini ditujukan untuk memperkenalkan karya seni secara lebih luas sesuai dengan misi ART • BALI yakni bridging people and art. Salah-satu patron seni di Bali yakni Henny Scott membantu menghadirkan para siswa dan mahasiswa untuk mengikuti sesi yang akan digelar untuk ketiga kalinya ini. Harapannya apresiasi terhadap karya seni dapat semakin bertumbuh di Bali, ” ujar Program Manager, Dwi S Wibowo.

Selain seniman, akan hadir pula salah-satu kurator pameran yakni Ignatia Nilu yang akan memandu jalannya Exhibition Tour. Selama sesi nantinya pengunjung juga berkesempatan untuk bertanya atau berdiskusi langsung dengan kurator maupun seniman. Melalui program ini diharapkan khalayak dapat semakin mengapresiasi karya seni.

Pada pameran ini, Marmar Herayukti menampilkan karya instalasi patung berjudul “Pejuang Adat,” (2019) yang terbuat dari kayu dan kertas. Marmar mengangkat perihal adat sebagai pedoman hidup masyarakat Bali yang disimbolkan sebagai kapal yang sedang menaklukkan gelombang. Sementara itu, Suklu ditunjuk sebagai commission artist yang menerjemahkan tema “Speculative Memories” untuk perwajahan ART • BALI 2019. Instalasinya yang terbuat dari bambu bertajuk “Alfabet Moles,” (2019) menjadi karya fasad yang dibangun di muka gedung AB•BC Building.

Kurator pameran, Rifky Effendy menyatakan bahwa wacana reliji dan toleransi mendominasi karya-karya di ART • BALI kali ini. Salah-satunya adalah instalasi I Made Palguna berjudul, “God is Above,” (2019) yang mengangkat tentang iman dan praktik beragama. Melalui karya patungnya, “Melihat Diri,” (2019), Rahman mengajak kita untuk “memaknai” diri sendiri bukan sebatas lewat citra di sosial media, tetapi juga melakukan refleksi sebagai diri manusia seutuhnya.

Exhibition Tour & Meet the Artists diadakan pada tanggal-tanggal terjadwal selama penyelenggaraan ART • BALI 2019. Sebelumnya program telah diadakan pada 13 Oktober dan 27 Oktober 2019 lalu dengan menghadirkan beberapa seniman Indonesia dan negara lainnya. Khusus bulan November dan Desember, sesi ini hanya diadakan satu kali dalam sebulan. Program berikutnya akan berlangsung tanggal 22 Desember 2019.

Berbeda dari ART • BALI edisi pertama, ART • BALI 2019 berlangsung selama 3 bulan, mulai 13 Oktober 2019 hingga 13 Januari 2020. Pameran ini melibatkan total 32 seniman Indonesia dan mancanegara yang menampilkan 49 karya instalasi, patung, video, lukisan, dan new media yang masing-masing merespons tema “Speculative Memories” (Ingatan-Ingatan Spekulatif).

Kurator pameran, Ignatia Nilu dan Rifky Effendi, menyatakan bahwa tema “Speculative Memories” mengajak para seniman menggali narasi, khususnya dari aspek kesejarahan yang ditafsir dalam ‘ingatan-ingatan spekulatif”. Narasi tersebut tercipta atau dinyatakan ulang melalui upaya mengelaborasi serta mengkritisi peristiwa di Indonesia maupun fenomena global melalui eksplorasi atas berbagai ingatan, baik yang personal maupun kolektif. (sud)

Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved