Senggol Sulawesi, Mengenang Senggol Masa Lalu di Jalan Sulawesi Denpasar

Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Bali menggelar acara HIPMI Festival yang bertajuk Senggol Sulawesi

Senggol Sulawesi, Mengenang Senggol Masa Lalu di Jalan Sulawesi Denpasar
Tribun Bali/I Putu Supartika
Senggol Sulawesi digelar Sabtu (9/11/2019) hingga Minggu (10/11/2019). Senggol Sulawesi, Mengenang Senggol Masa Lalu di Jalan Sulawesi Denpasar 

Senggol Sulawesi, Mengenang Senggol Masa Lalu di Jalan Sulawesi Denpasar

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Bali menggelar acara HIPMI Festival yang bertajuk Senggol Sulawesi.

Festival ini digelar Sabtu (9/11/2019) hingga Minggu (10/11/2019).

Acara ini digelar di sebelah timur Pasar Badung atau di Jalan Sulawesi dengan konsep yang diangkat yakni pasar senggol.

Dipilihnya Jalan Sulawesi sebagai tempat pelaksanaan dikarenakan Jalan Sulawesi pada zaman dahulu merupakan area pasar senggol.

"Hal ini diperkuat oleh cerita para tetua zaman dahulu, dan untuk pertama kalinya kami mengangkat ikon pasar senggol di Denpasar ini sebagai lokasi festival," kata ketua panitia festival, Agus Pande Widura.

Bukan sebagai Sutradara, Ini Alasan Joko Anwar Terima Tawaran Garap Naskah Film Ratu Ilmu Hitam

Lima Akumulasi, Bachdim Cedera, Bali United Hanya Diperkuat Tiga Pemain Asing Lawan Mutiara Hitam

Ia menambahkan, dipilihnya kegiatan ini di pasar dikarenakan banyak generasi muda yang lupa dengan keberadaan pasar tradisional.

Padahal menurutnya di sana lah awal suatu usaha dimulai yang menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli.

"Sekarang seolah-olah pasar tradisional tidak didatangi lagi. Dan bagi kami pasar tradisional adalah awal mula semua bisnis dan itu dalam bahasa Balinya adalah kawitan kami," katanya.

Pande menambahkan, dulu di pasar senggol Jalan Sulawesi ada empat etnis yang melakukan aktivitas.

Keempat etnis ini meliputi Balinese, Chinese, India, dan Arab.

Polisi Tembak Kepala Sendiri Setelah Tembak Kepala Rekannya di Donggala, Ini Faktanya

Inilah Para Tokoh yang Bergabung dengan Partai Gelora dan Langkah Konsolidasi Fahri Hamzah

Sehingga pada pelaksanaan festival ini keempat etnis tersebut pun dilibatkan.

"Kami angkat keberagaman mulai dari Balinese food beserta produknya, juga Chinese, India, serta Arab. Semua performance senggol di masa lampau juga akan dihadirkan," tambah Koordinator Acara, Ari Setiya Wibawa.

Juga disajikan semua kuliner khas kabupaten kota di Bali yang memiliki konteks heritage.

Ada pula workshop berias maupun fashion serta enterpreunership untuk pedagang agar pedagang bisa lebih menarik pelanggan.

Dan pada hari pertama juga ada Night Fun Run dengan menempuh jarak 6.5 km.

Lari ini juga akan memperebutkan hadiah satu unit rumah melalui pengundian.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved