Soal Rencana Pembangunan TPA di Desa Sobangan Badung, Ini Kata Tokoh Masyarakat Setempat

Saya yakin Badung bisa menangani masalah ini. Masak bangun Balai Budaya yang wah bisa membangun tempat sampah tidak bisa.

Soal Rencana Pembangunan TPA di Desa Sobangan Badung, Ini Kata Tokoh Masyarakat Setempat
Tribun Bali/Agus Aryanta
Kondisi lahan provinsi tepatnya di sebelah sentral Ternak Sobangan, Badung, Sabtu (2/11/2019). Rencana awal di seputar wilayah Sobangan bakal dibuat TPS/TPA. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA-  Tokoh masyarakat Desa Sobangan, I Nyoman Laka angkat bicara mengenai rencana pembangunan TPS atau TPA di Desa Sobangan, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Menurutnya dalam pembangunan TPA maupun TPS pemerintah kabupaten Badung harus melakukan kajian lahan dengan cermat. Pasalnya semua itu akan berdampak pada lingkungan sekitarnya. 

"Saya menolak tidak, setuju juga tidak. Intinya saya minta pemerintah Badung benar-benar melakukan kajian terkait akan lahannya," kata Laka saat ditemui pada Sabtu (9/11/2019). 

Laka yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Bali itu mengatakan adanya TPA sejatinya memang akan mencemarkan lingkungan. Selain itu akan mengganggu kenyamanan hidup masyarakat setempat karena bau yang ditimbulkan.

"Sudah pasti TPA itu akan mencemari lingkungan, mencemari udara dan juga mencemari air darat," jelasnya.  Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan dalam memilih TPA pemerintah harus melihat jarak permukiman warga, selain itu kondisi tanah, produktif atau tidaknya dan kapasitasnya luas.

"Semestinya kan harus tersembunyi dari pandangan langsung TPA itu. Karena risikonya banyak seperti perubahan tata guna lahan, pencemaran udara yang menyebab kan penyakit, pencemaran air darat dan dalam tanah, penurunan tingkat kesehatan masyarakat," benernya. 

Mengenai lahan di Sobangan, pihanya mengatakan secara persyaratan semua itu tidak masuk persyaratan. Selain masyarakat yang menolak, lahan tersebut menurutnya di lingkungan permukiman warga. Bahkan di sekitar lahan terdapat beji atau sumber-sumber mata air. 

"Kami kira pemerintah tahulah bagaimana syarat lahan yang layak digunakan jadi TPA. Umumnya jauh dari permukiman dan lahan tidak produktif," ungkapnya. 

Pihaknya pun berharap pemerintah kabupaten Badung segera mengambil tindakan untuk menangani sampah. Pasalnya Badung ini dikatakan sebagai kabupaten yang dikenal dengan pariwisatanya." Saya yakin Badung bisa menangani masalah ini. Masak bangun Balai Budaya yang wah bisa membangun tempat sampah tidak bisa," sentilnya. 

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Huda Miftachul Huda
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved