Sponsored Content

Festival Pasar Rakyat di Pasar Badung Ajak Warga Kembali ke Pasar

Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede berharap upaya pengembangan pasar agar menjadi pusat aktivitas warga terus dilanjutkan.

Festival Pasar Rakyat di Pasar Badung Ajak Warga Kembali ke Pasar
Dok Pemkot Denpasar
Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede mendampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menutup Festival Pesta Rakyat di Pasar Badung, Minggu (10/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gelaran Festival Pasar Rakyat (FPR) telah berlangsung di Pasar Badung, Denpasar, Bali.

Terkait acara itu, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede berharap upaya pengembangan pasar agar menjadi pusat aktivitas warga terus dilanjutkan.

“Kita ingin pasar Badung tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi. Tapi juga tetap menarik untuk kegiatan seni, budaya dan anak-anak muda. Jadi bisa saling mendukung,” katanya di sela-sela penutupan Festival yang dilakukan oleh Wakil Walkota Denpasar, IGN Jaya Negara. Minggu (10/11/2019).

Sebagai Ketua DPRD Denpasar, pihaknya mendukung langkah Pemerintah Kota Denpasar menggandeng kalangan swasta untuk turut mengembangkan pasar. Kerjasama itu dinilainya akan mempercepat pencapaian tujuan.

“Kalau kami di DPRD tentu akan mendukung dari segi kebijakan dan anggarannya sesuai dengan kewenangan Dewan,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Made Gede Suryadarma mengemukakan terima kasihnya kepada semua pihak karena acara ini berjalan dengan lancar sejak Sabtu (9/11) .

"Akhirnya kegiatan ini berjalan dengan semestinya dan tujuan untuk menjadikan pasar badung sebagai ruang kreatif ini terpenuhi," ujarnya.

FPR ini, menurutnya, ingin menjadikan pasar sebagai ruang kreatif.

Terlebih pasar yang secara tradisional hanya terkungkung dalam hal interaksi ekonomi, kedepan juga harus mulai bersinergi dengan teknologi dan kreativitas.

"Berbasis komunitas lokal sebagai motor penggerak dalam kegiatan FPR, kami berharap menumbuhkan antusiasme masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar rakyat dengan mengembangkan potensi pasar yang tidak lagi hanya menjadi tempat transaksi jual beli semata namun juga sebagai ruang publik yang kreatif,” ujarnya.

Penghuni pasar juga diberdayakan dan diberikan edukasi melalui pelatihan penulisan penulisan Aksara Bali, workshop digital marketing, seni interaktif, pementasan seni rupa, edukasi sambil belanja serta melukis bersama.

Sejumlah penampilan seperti seni kontemporer, pemutaran film dokumenter, pertunjukan seni seperti tari kontemporer, pembacaan kakawin Sutasoma, Tabuh Baleganjur, Gegantungan dari komunitas tunanetra ikut memeriahkan acara penutupan ini. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved