Jro Winaya Tulis Kamus Populer Indonesia – Bali

Pande Dalang Ketut Kaca Winaya menulis Kamus Populer Indonesia – Bali yang berisi 2.000 kata terjemahan.

Jro Winaya Tulis Kamus Populer Indonesia – Bali
TRIBUN BALI
KAMUS - Pande Dalang Ketut Kaca Winaya saat membawa buku Kamus Populer Indonesia – Bali karyanya. 

GIANYAR, TRIBUN BALI – Meski harus berjalan menggunakan tongkat, dalam usianya yang sudah menginjak 68 tahun, tidak mematahkan semangat Pande Dalang Ketut Kaca Winaya untuk terus berkarya. Pria asal Banjar Laplapam, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar ini mendatangi kantor pemerintahan, DPRD hingga kampus-kampus di Bali untuk menjual Kamus Populer Indonesia – Bali karyanya sendiri.

Kamus yang ditulisnya selama tujuh bulan ini merupakan karya tulis ke 10-nya yang bertemakan tentang Bali. Kamus ini memuat tentang kata-kata populer Indonesia, yang sebenarnya berasal dari bahasa asing. Lalu, kata-kata tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Bali. Contohnya, diesnalis yang dalam bahasa Bali disebut dina ngawit ngwangun. Dalam buku tersebut, Jro Winaya menerjemahkan sebanyak kurang ebih 2.000 kata.

Senin (11/11), Jro Winaya yang datang memakai pakaian adat serba putih ini berencana bertemu Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta, dengan tujuan agar DPRD Gianyar membeli buku tersebut. Namun saat itu, Tagel tengah tidak ada di kantor. Jro Winaya pun akhirnya pulang dengan tangan kosong.

Kepada Tribun Bali, Jro Winaya mengatakan dirinya hampir setiap hari masuk ke kantor pemerintahan hingga kampus-kampus di Bali untuk menjual bukunya. Terkait harga, dirinya tak mematok harga sebab prinsip utamanya dalam menjual buku tersebut adalah sebagai bentuk sumbangsih terhadap kebudayaan Bali.

Selain itu, ia juga tidak menjual bukunya di toko-toko, dan memilih untuk mendatangi orang yang dinilainya wajib mengetahui isi buku ini. Hal itu dikarenakan, dirinya menilai masyarakat Bali sangat jarang ke toko buku. “Kalau mengandalkan pembeli di toko, berapa orang Bali yang mau datang ke toko. Kalau kita datang seperti ini, kan lebih cepat buku sampai ke umat,” ujarnya.

Lalu, darimana pihaknya mendapatkan inspirasi membuat buku semacam ini? Lalu, darimana ia mendapatkan referensi kata-kata asing yang telah diserap sebagai bahasa Indonesia tersebut? Jro Winaya mengatakan, mendapatkan referensi dari membaca dan obrolan sehari-hari.

Dia menilai hal tersebut penting untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Bali mengingat  banyak wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali, mempelajari bahasa Bali. Selain itu, dalam buku ini ia juga menulis bahasa-bahasa Bali yang sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta.

“Kalau tidak salah, ada sekitar 2.000 kata yang saya terjemahkan, di sini juga ada memuat bahasa-bahasa Bali yang berasal dari bahasa Sansekerta. Buku ini saya sudah cetak 2.000 eksemplar,” ujarnya. (weg)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved