Kedua Pelaku Terus Tutupi Wajah, Labfor Temukan Alat Kontrasepsi dan Tisu di Lokasi Threesome

Terlihat juga beberapa bungkus tisu basah, tisu magic serta alat kontrasepsi yang belum terpakai.

Kedua Pelaku Terus Tutupi Wajah, Labfor Temukan Alat Kontrasepsi dan Tisu di Lokasi Threesome
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Tim Labforensik Polda Bali melakukan olah TKP kasus threesome, di Jalan Sahadewa, Singaraja pada Senin (11/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tim Labforensik Polda Bali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus threesome di rumah indekos jalan Sahadewa, Singaraja, Senin (11/11/2019). Olah TKP ini juga dihadiri oleh kedua pelaku, Anak Agung Putu Wartayasa (36) dan Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29). 

Pantauan Tribun Bali, keduanya tampak tertunduk malu menutup wajah saat digiring dari mobil tahanan hingga masuk ke rumah kost tersebut. Proses olah TKP dilakukan selama setengah jam. Di dalam kamar nomor 5 berukuran sekitar 3x3 meter itu tampak berantakan.

Terlihat juga beberapa bungkus tisu basah, tisu magic serta alat kontrasepsi yang belum terpakai. Pada bagian kamar mandi, polisi menemukan tisu bekas dipakai. Tisu itu kemudian diamankan sebagai barang bukti. Kemudian, tim Labfor mengambil seprai yang diduga berisi bercak sperma.

Setelah melakukan olah TKP, kedua pelaku langsung digiring masuk ke mobil tahanan, dan dikembalikan ke sel tahanan Mapolres Buleleng. Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, olah TKP ini dilakukan untuk mencari bukti-bukti pendukung lainnya.

"Yang diambil seprai yang diduga ada sperma, serta tisu bekas dipakai yang kami temukan di dalam kamar mandi. Nanti akan dicek apakah ada sperma di tisu itu. Ada alat-alat kontrasepsi juga, namun masih utuh jadi tidak disita. Pengakuan tersangka tidak menggunakan kondom saat melakukan persetubuhan," ucapnya.

Setelah melakukan olah TKP, penyidik akan menunggu hasil dari tim Labforensik Polda Bali, untuk dijadikan sebagai bukti pendukung. Sementara salah satu penghuni kos mengaku tidak pernah bertemu dengan kedua pelaku. "Pintunya selalu tertutup saya tidak pernah melihat mereka," ucap wanita yang namanya enggan disebutkan itu.

Sebelumnya diberitakan, Aparat Satuan Reskrim Polres Buleleng telah menerima hasil visum siswi SMK berinisial V (16) yang menjadi korban aksi threesome (melakukan hubungan seks bertiga). Dari hasil pemeriksaan, pihak medis menemukan adanya luka robek pada kelamin korban.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, Minggu (10/11/2019) mengatakan, hasil visum itu telah diterima sejak Jumat sore. Pihaknya menjerat tersangka Anak Agung Putu Wartayasa (36) dengan pasal 82 ayat (1) dan (2) dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sementara Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 82 ayat (1), (2) dan (3) Jo pasal 81 ayat (1) dan (2) dengan ancaman 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari hukuman, mengingat yang bersangkutan merupakan seorang tenaga pendidik.

Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali, I Kadek Ariasa pun mengutuk keras atas kasus ini. Lantarannya kasus tersebut melibatkan korban yang masih di bawah umur.

Threesome ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Bali. Dengan adanya kasus ini, Ariasa menyebut, sikap mental anak-anak di Bali harusnya lebih dipertajam lagi agar kuat, berkarakter, dan bisa memilah hal yang baik, serta berani mengambil sikap dalam menghadapi masalah.

"Pendidikan kita selama ini masih terjerumus pada kurikulum, angka dan nilai. Pendidikan ini harus banyak belajar dari berbagai peristiwa seperti ini, untuk selalu kretif melakukan perubahan dan membangun sikap pada anak-anak kita selain pada kemajuan prestasi," ucapnya. 

Dipecat dari BKPSDM Buleleng 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa dihubungi melalui saluran telepon menyebutkan, sejak Jumat (8/11), pihaknya telah melakukan pemecatan terhadap Anak Agung Putu Wartayasa. Ini dilakukan mengingat Wartayasa telah berstatus sebagai tersangka.

Seperti diketahui, Wartayasa merupakan tenaga kontrak di BKPSDM Buleleng sejak 2010. Ia ditempatkan di Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Promosi. "Kami putus kontraknya sejak Jumat kemarin. Sementara untuk pelaku yang perempuan (Ni Made Sri Novi Darmaningsih) itu ranahnya di Provinsi," ujarnya. 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved