Kompensasi Rp 30 Miliar Hanya Tinggal Janji, Mertha Laporkan Mafia Tanah ke Polda Bali

Ditreskrimum Polda Bali mengamankan pelaku mafia tanah dengan dugaan melakukan penipuan pelepasan hak atas tanah menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan

Kompensasi Rp 30 Miliar Hanya Tinggal Janji, Mertha Laporkan Mafia Tanah ke Polda Bali
Polda Bali
Polda Bali 

Kompensasi Rp 30 Miliar Hanya Tinggal Janji, Mertha Laporkan Mafia Tanah ke Polda Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ditreskrimum Polda Bali mengamankan pelaku mafia tanah, Thomas Lili Surjadinata (62), dengan dugaan melakukan penipuan pelepasan hak atas tanah menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sabtu (9/11/2019) lalu.

Ditreskrimum Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan menjelaskan, kejadian ini bermula pada April 2013 silam.

Pada saat itu, korban bernama Nyoman Mertha memberikan HGB di atas tanah hak milik nomor 10809/Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, Bali, kepada pelaku selama 30 tahun.

Dalam perjanjiannya, pelaku akan memberikan kompensasi sebesar Rp 32 miliar kepada korban.

Setelah sertifikat HGB nomor 1097/Kelurahan Kuta atas nama pelaku di atas tanah hak milik korban selama 30 tahun, uang kompensasi seperti yang telah dijanjikan tak kunjung diberikan.

Sidang Tipiring Denda Pembuang Limbah Rp 2 Juta dan Pemilik Bangunan Tanpa IMB Rp 1,5 Juta

Polisi Temukan Tisu Magic & Kondom di Rumah Kos Kasus Mesum di Buleleng, Ini Kesaksian Tetangga

"Selama 16 tahun menunggu, korban hanya menerima Rp 500 juta. Itu pun untuk keperluan pengurusan penerbitan SHGB," ujarnya, Senin (11/11/2019)

"Sedangkan sisanya tidak pernah dibayarkan. Justru pelaku menggunakan SHGB No.1097/Kelurahan Kuta yang telah terbit sebagai jaminan pinjaman di Bank BJB. Dan saat ini jaminan tersebut telah dilelang karena Thomas Lili Surjadinata tidak bisa membayar cicilan di bank. Atas perbuatan tersangka, Nyoman Mertha sebagai pemilik hak merasa dirugikan atas kejadian tersebut," imbuhnya

Berdasarkan laporan korban dengan nomor LP/ 23/I/2018/Bali/Spkt, tanggal 24 Januari 2018 Ditreskrimum Polda Bali subdit II  melakukan penyelidikan.

Terlalu Banyak Menatap Gawai Buat Mata Lelah? Ini 4 Cara Mengatasinya

Link Resmi Formasi dan Syarat Pendaftaran CPNS 2019 di 28 Kementerian/Lembaga dan Pemda 

"Modus yang digunakan tersangka dalam perkara ini adalah menjanjikan pemberian kompensasi atas penerimaan hak guna bangunan di atas hak milik. Selain itu, tersangka memproses penerbitan SHGB di atas tanah milik pelapor padahal uang kompensasi belum dilunasi," ujarnya

Pada saat diamankan, adapun barang bukti berupa foto kopi pengikatan pemberian HGB No. 18 tanggal 17 April 2013, foto kopi akta kuasa No. 19 tgl 17 April 2013, foto kopi pemberian HGB No. 23/2013 tanggal 18 Juni 2013.

Foto kopi SHM No. 10809/Kelurahan Kuta an. Nyoman Mertha, SHGB nom 1097/Kelurahan Kuta an.Thomas Lili Surjadinata.

"Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Tersangka terancam pidana penjara paling lama 4 tahun. Tersangka langsung dilakukan penahanan demi kelancaran pemeriksaan," jelasnya.

(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved