Normalisasi Butuh Waktu Sampai Tiga Hari, PDAM Klngkung Perbaiki Pipa Induk yang Rusak

PDAM Klungkung telah melakukan upaya perbaikan terhadap pipa induk di sumber mata air Rendang yang mengalami kerusakan

Normalisasi Butuh Waktu Sampai Tiga Hari, PDAM Klngkung Perbaiki Pipa Induk yang Rusak
BPBD
Tim BPBD Klungkung melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Klungkung, Klungkung, Bali, Senin (11/11/2019). Normalisasi jaringan PDAM pasca kerusakan membutuhkan waktu dua sampai tiga hari ke depan. Normalisasi Butuh Waktu Sampai Tiga Hari, PDAM Klngkung Perbaiki Pipa Induk yang Rusak 

Normalisasi Butuh Waktu Sampai Tiga Hari, PDAM Klngkung Perbaiki Pipa Induk yang Rusak

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - PDAM Klungkung telah melakukan upaya perbaikan terhadap pipa induk di sumber mata air Rendang yang mengalami kerusakan.

Hanya saja pihak PDAM masih butuh waktu dua sampai tiga hari ke depan, hingga distribusi air ke warga kembali normal.

"Perbaikan kemarin, Minggu (10/11/2019), kami lakukan sampai pukul 10 malam. Kami lakukan pengelasan agar tidak kembali jebol," ujar Dirut PDAM Klungkung, Senin (11/11/2019).

Setelah melakukan perbaikan, PDAM Klungkung lalu mengerahkan teknisi untuk tahap normalisasi.

Teknisi tersebut akan melakukan pengecekan untuk memperbaiki jaringan yang masih mengalami masalah pascaperbaikan pipa induk.

"Normalisasi butuh waktu sekitar dua sampai tiga hari, sampai distribusi air normal kembali. Jadi walau pompa sudah hidup, ada beberapa wilayah yang distribusinya belum normal, sampai dua atau tiga hari ke depan," jelas Renin.

CPNS 2019 Banyuwangi, Butuh 270 Formasi dengan Syarat IPK Tinggi

Skor Babak Pertama Persipura 1 vs 1 Bali United, Melvin Sukses Memanfaatkan Asis Lilipaly

Mengatasi masalah ini, pihaknya telah melakukan usulan ke Balai Wilayah Sungai Bali Penida, terkait rehabilitasi jaringan/infrastruktur gravitasi di sumber mata air Rendang. 

Jika lancar, rencana rehabilitasi tersebut dilakukan bulan Februasi 2020 dan akan memakan waktu sekitar 8 bulan.

"Dengan rehabilitasi tersebut, ke depan kami punya sistem gravitasi dan sistem pompa. Jika sistem gravitasi ada gangguan, bisa manfaatkan sistem pompa dan sebaliknya. Sehingga distribusi air nantinya lebih optimal lagi," ungkap Renin.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved