Proyek Anjungan Cerdas Jalan Nasional di Jembrana Mangkrak, Ini Penjelasan Bupati

Proyek yang menelan biaya APBN miliaran rupiah itu terkesan mangkrak karena sampai saat ini belum dimanfaatkan.

Proyek Anjungan Cerdas Jalan Nasional di Jembrana Mangkrak, Ini Penjelasan Bupati
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Bupati I Putu Artha saat menyampaikan tanggapan atas pemandangan fraksi dalam rapat paripurna DPRD Jembrana, Bali, Senin (11/11/2019). 

Proyek Anjungan Cerdas Jalan Nasional di Jembrana Mangkrak, Ini Penjelasan Bupati

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) proyek Kementerian PUPR yang berlokasi di Kecamatan Mendoyo, sempat mendapat sorotan DPRD Jembrana, Bali.

Proyek yang menelan biaya APBN miliaran rupiah itu terkesan mangkrak karena sampai saat ini belum dimanfaatkan.

Menanggapi pandangan dewan itu, Bupati Jembrana I Putu Artha, angkat bicara.

Disampaikan Artha, sejatinya aset pemerintah pusat itu tidaklah mangkrak, karena Pemkab Jembrana sendiri sangat siap memanfaatkannya demi kemajuan daerah.

Hanya saja izin pemanfaatan serta serah terima hibah yang belum turun membuat rencana itu belum terealisasi.

Bukan tinggal diam, selama ini Pemkab Jembrana sendiri telah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mendapat izin pemanfaatan.

”Permohonan penggunaan sementara sebelum dihibahkan itu baru disetujui melalui suarat Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah nomor PS.02.02-KW/06, yang baru diterima, 29 Oktober 2019 lalu. Selanjutnya kami siap memanfaatkannya, tentunya sesuai ketentuan serta petunjuk yang digariskan kementerian PUPR,“ ujar Bupati Artha saat menyampaikan tanggapan atas pemandangan umum fraksi, dalam rapat paripurna DPRD Jembrana, Senin (11/11/2019).

Artha berharap Anjungan Cerdas membawa manfaat positif bagi masyarakat Jembrana di bidang ekonomi dan pariwisata, selain itu diharapkan Anjungan Cerdas Jalan Nasional bisa meningkatkan PAD Kabupaten Jembrana.

"Kita sudah siapkan beberapa rencana pemanfaatan. Sesuai dengan fungsinya anjungan cerdas untuk mendukung ekonomi serta hiburan/budaya, sangat tepat dimanfaatkan sebagai ruang pertunjukan. Seperti pementasan jegog yang akan digelar dua kali dalam seminggu sebagai ruang bagi seniman Jembrana berekspresi sekaligus pelestarian Jegog. Nah anjungan cerdas ini sangat representatif sebagai tempat pementasan,“ katanya.

Hal senada juga disampaikan Sekda Jembrana I Made Sudiada dalam kesempatan terpisah.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved