Sudah Tiga Kali Pembahasan, Pengadaan Bangku Belajar di Dua SMP Baru Tabanan Belum Terealisasi

Anggaran untuk pengadaan bangku belajar di dua SMP Baru yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri tak kunjung direalisasikan

Sudah Tiga Kali Pembahasan, Pengadaan Bangku Belajar di Dua SMP Baru Tabanan Belum Terealisasi
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Suasana saat siswa mengikuti lomba membuat pohon baca di SMPN 6 Tabanan, Jumat (18/10/2019). Sudah Tiga Kali Pembahasan, Pengadaan Bangku Belajar di Dua SMP Baru Tabanan Belum Terealisasi 

Sudah Tiga Kali Pembahasan, Pengadaan Bangku Belajar di Dua SMP Baru Tabanan Belum Terealisasi

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Anggaran untuk pengadaan bangku belajar di dua SMP Baru yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri tak kunjung direalisasikan.

Padahal dua SMP baru ini sudah mulai beroperasi sejak 2018 lalu.

Bahkan sebelumnya, pada Anggaran Perubahan 2018, Induk 2019, dan Perubahan 2019, juga sudah diajukan namun tak terealisasi.

Sehingga Dinas Pendidikan Tabanan mengusulkan di Anggaran Induk 2020.

23 Calon Perbekel Terpilih di Denpasar Resmi Dilantik, Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

12 Cara Dan Alur Pendaftaran CPNS 2019 Melalui Laman sscasn.bkn.go.id, Ikuti Tahap Ini

"Sementara belum masuk, pas saya masuk (ke Dinas Pendidikan) juga anggaran perubahan sudah turun, sehingga perubahan 2019 belum masuk juga," kata Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra, Minggu (10/11/2019).

Anggaran yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bangku belajar di dua sekolah ini senilai Rp 296,5 juta.

Karena tak dianggarkan, untuk sementara waktu, siswa kelas VII di dua sekolah tersebut tetap masuk siang.

Ia melanjutkan, pihaknya akan mengusulkan kembali anggaran tersebut di Induk 2020 sesuai yang dibutuhkan.

Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka Hari Ini, Ini Link 28 Instansi yang Sudah Umumkan Syarat dan Formasi

Persipura Jayapura vs Bali United, Lilipaly: Kita Bermain untuk Juara

"Kami terus akan kawal. Saya sudah sampaikan urgensi kebutuhan ruang kelas baru termasuk bangku kepada pimpinan melalui TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah)," janjinya.

Untuk diketahui, dua SMP baru ini dibangun lantaran banyaknya siswa dari dua kecamatan yakni Kediri dan Tabanan yang tak kebagian sekolah karena kekurangan rombongan belajar.

Sehingga atas kesepakatan dan persetujuan Bupati Tabanan, akhirnya dua sekolah baru dibangun.

Sayangnya sarprasnya masih belum memadai, sehingga kelas VII harus masuk siang.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved