Liputan Khusus

Warga Desa di Bali Ini Tinggal di Kawasan Zona Bahaya Longsor: Hanya Pasrah, karena Mustahil Ngungsi

Kepala Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Wayan Potag mengatakan, menjelang musim hujan ini seluruh warganya belum ada yang mengungsi.

Warga Desa di Bali Ini Tinggal di Kawasan Zona Bahaya Longsor: Hanya Pasrah, karena Mustahil Ngungsi
tribun bali/saiful rohim
Longsor menutup badan jalan di Banjar Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Rabu (13/2/2019). Petugas BPBD bersama warga membersihkan material longsor. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Kepala Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Wayan Potag mengatakan, menjelang musim hujan ini seluruh warganya belum ada yang mengungsi.

Padahal, menurut dia, 70 persen warganya tinggal di kawasan perbukitan yang rawan longsor.

“Sampai saat ini semua masing tinggal di rumah masing-masing,” kata Potag melalui pesan WhatsApp (WA) kepada Tribun Bali.

Jumlah penduduk di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali sebanyak 13.229 jiwa yang terdiri dari 3.693 KK.

Dari jumlah tersebut, kata Potag, diperkirakan 9.260 jiwa tinggal di zona rawan longsor tersebut.

Potag mengaku kesulitan melakukan sosialisasi dan mitigasi bencana kepada warganya, karena tidak adanya jaringan telepon di wilayahnya.

“Sampai hari ini masih terkendala komunikasi, karena belum ada BTS (jaringan telepon seluler) yang dibangun di Desa Ban,” ungkap Potag.

Dia berharap pemerintah bisa menyediakan jaringan telepon agar warga mudah mengakses informasi, sehingga upaya mitigasi bencana pun bisa dilakukan dengan efektif.

“Pemerintah selama ini tidak pernah membangun jaringan,” ujarnya.

Dia memaparkan, zona rawan longsor di Desa Ban tersebar di Banjar Bunga, Daya, Cegi, Manik Aji, Darmaji, Pengulasan, Temakung, Dlundung Belong, Bonyoh, Jatituhu, dan Banjar Mucang.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved