Liputan Khusus

Waspada! Memasuki Musim Hujan 269 Ribu Jiwa di Bali Terancam Longsor, Dua Wilayah Ini Paling Rawan

Memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau yang dikenal dengan musim pancaroba, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi ancaman

Waspada! Memasuki Musim Hujan 269 Ribu Jiwa di Bali Terancam Longsor, Dua Wilayah Ini Paling Rawan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
(Ilustrasi) BPBD Klungkung bersama personel TNI membersihkan material longsor yang menimbun ruas jalan Umasalakan, di Desa Takmung, Klungkung, Senin (6/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau yang dikenal dengan musim pancaroba, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi ancaman bencana.

Bencana pada musim pancaroba biasanya ditandai dengan ciri-ciri seperti angin kencang, angina puting beliung, perubahan suhu dan cuara ekstrem, bahkan hujan es hingga gelombang tinggi di pesisir pantai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan, bahkan potensi ancaman hidrometeorologi sangat mungkin terjadi, seperti banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak pada saat musim hujan nanti.

Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Bali, ada 269.417 warga Bali yang terpapar potensi bencana tanah longsor.

Mereka tersebar di hampir seluruh kabupaten di Bali, namun kebanyakan tinggal di Kabupaten Karangasem, dan Buleleng.

“Masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan, kenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal sendiri, lalu siapkan langkah, upaya, dan strategi penyelamatan diri,” kata Rentin kepada Tribun Bali pekan lalu.

Menurut prakirawan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Wilayah III Denpasar, Sudarma Yadnya, musim hujan di Bali diperkirakan bakal terjadi mulai Desember, dengan puncaknya pada Januari 2020. 

Seperti diketahui, pada puncak musim hujan tahun 2018, sempat terjadi bencana tanah longsor di Kabupaten Karangasem tepatnya di Banjar Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu.

Insiden nahas yang terjadi pada malam hari itu menewaskan 2 ibu rumah tangga dan membuat 11 orang luka-luka.

Selain itu, puncak musim hujan pada bulan Januari 2019 juga sempat terjadi longsor di Kabupaten Buleleng tepatnya di Banjar Sengker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved