10 Warga Tewas di Tukad Songan Sejak 15 Tahun Lalu, Warga Gelar Ritual Ini

Tujuan utama yakni menyucikan sumber air sekaligus merespons kejadian misterius di sekitar sungai

10 Warga Tewas di Tukad Songan Sejak 15 Tahun Lalu, Warga Gelar Ritual Ini
ISTIMEWA
Krama Banjar Tegalinggah menggelar Upacara Danu Kertih di Tukda Songan, Selasa (12/11). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Krama Banjar Tegalinggah, Desa Adat Karangasem, Kecamataan Karangasem mengelar upacara Danu Kertih di Tukad Songan, Selasa (12/11/2019). Upacara dipuput oleh Ida Pandita Rsi Bagawan Muninanda Saraswati.

Ritual ini digelar untuk menyucikan sumber air di sekitar Banjar Tegalinggah terutama area Tukad Songan. Sebab dalam kurun waktu 15 tahun, Tukad Songan telah memakan korban. Ada warga yang hilang, terjatuh, hingga hanyut terbawa arus air Tukad Songan.

Kelian Banjar Adat Tegalinggah, I Komang Sudanta mengatakan, upacara Danu Kertih dilakukan atas inisiatif tokoh Banjar Tegalinggah. Tujuan utama yakni menyucikan sumber air sekaligus merespons kejadian misterius di sekitar sungai. Dengan ritual ini, ia harapkan kejadian serupa tidak terulang.

Ia mengungkapkan, sejak 15 tahun lalu, cukup banyak peristiwa terjadi di jalan Tukad Songan. Mulai dari truk mundur hingga terjun ke sungai, mobil jatuh, warga terpeleset hingga meninggal, tenggelam, dan terbawa arus. Tak ada yang tahu mengapa di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan.

"Dalam 15 tahun terakhir, tercatat ada 10 orang yang meninggal di sungai. Makanya kami gelar upacara Danu Kertih saat purnaming sasih kalima," kata Sudanta.

Secara historis, Banjar Tegalinggah merupakan tempat latihan perang prajurit di zaman kerajaan. Sedangkan Tukad Songan tempat mandi untuk para prajurit tersebut. Bagi warga, kata Komang Sudanta, jalan yang melewati Tukad Songan merupakan jalur angker.

Cerita-cerita mistis tentang sungai ini banyak bermunculan. Banyaknya kejadian membuat warga selalu waspada saat melintas. Untuk diketahui, air di Tukad Songan tetap besar meski musim memasuki kemarau. "Apalagi saat musim hujan," ujarnya. 

Denda Beras Jika Buang Sampah 

Di Tukad Songan terdapat kawasan suci diberi nama Tegal Kikid. Tempat ini diyakini warga memiliki energi yang kuat. Warga dilarang melakukan perbuatan tak senonoh di sekitar kawasan suci, terlebih juga mengotori. "Rencananya, ritual Danu Kertih akan kami gelar tiap limna tahun sekali," ujar Kelian Banjar Adat Tegalinggah, I Komang Sudanta.

Untuk diketahui, warga yang membuang sampah di sekitar Tukad Songan akan dikenakan denda berupa beras 25 kilogram. Aturan ini merupakan kesepakatan warga Banjar Tegalinggah. Peraturan ini dibuat untuk menjaga kebersihan dan kesucian Tukad Songan. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved