Gubernur Bali Undang Dua Perusahaan Dirikan Pabrik Motor Listrik di Jembrana

Saya tidak mau Bali hanya digunakan sebagai tempat jualan. Jadi mereka akan membangun industri perakitannya.

Gubernur Bali Undang Dua Perusahaan Dirikan Pabrik Motor Listrik di Jembrana
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali Wayan Koster (baju merah) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra (dua dari kanan), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Ida Bagus Ngurah Arda (dua dari kiri), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) I Gde Wayan Samsi Gunarta (paling kanan) dan General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Nyoman Suwarjoni Astawa (paling kiri) saat melakukan jumpa pers di rumah jabatannya, Selasa (12/11/2019) siang 

Gubernur Bali Undang Dua Perusahaan Dirikan Pabrik Motor Listrik di Jembrana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali nampaknya semakin serius untuk menerapkan kendaraan bermotor listrik di Pulau Dewata.

Bahkan Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sudah mengundang dua perusahaan untuk menjajakan produknya sekaligus membangun industri perakitannya di Bali.

Kedua perusahaan itu yakni PT GESITS Technologies Indo (GTI) yang dari unsur swasta dan PT Wijaya Karya selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tadinya hanya mau berjualan ke Bali kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Saya tidak mau Bali hanya digunakan sebagai tempat jualan. Jadi mereka akan membangun industri perakitannya di Bali tepatnya di Jembrana," kata dia saat melakukan jumpa pers di rumah jabatannya, di Renon, Denpasar, Bali, Selasa (12/11/2019).

Hal ini, kata dia, sejalan dengan upaya Pemprov Bali yang ingin menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai kawasan industri.

Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini mengatakan, pembangunan industri sepeda motor listrik ini akan dimulai pada 2020 mendatang.

Mengenai tempatnya, Gubernur Koster mengatakan bahwa akan digunakan lahan dari Pemprov Bali yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah (Perusda).

Bahkan bersama PT Wijaya Karya, Gubernur Koster mengaku telah sepakat bahwa penjualan sepeda motor listrik nantinya tidak hanya untuk masyarakat Bali.

Pihaknya bersama PT Wijaya Karya juga akan menjual sepeda motor yang dirakit di Jembrana itu ke Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah Indonesia Timur lainnya.

Produksi sepeda motor listrik ini bahkan ditargetkan mencapai 30.000 unit setiap tahun.

Guna merangsang percepatan kendaraan bermotor listrik ini, Gubernur Koster telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai.

Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan alam Bali serta meminimalkan kerusakan situs warisan budaya dan bangunan suci keagamaan di Bali serta mendukung program pemerintah untuk efisiensi energi dan pengurangan polusi di bidang transportasi.

Selain itu juga endorong kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Bali untuk percepatan peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak fosil ke KBL Berbasis Baterai. (*)

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved