Bus Lion Air Terbakar di Bali

Keluarkan Percikan Api di Bandara Ngurah Rai, Fakta Tentang Bus Apron Lion Air Nahas itu Terungkap

Keluarkan Percikan Api di Bandara Ngurah Rai, Fakta Tentang Bus Apron Lion Air Nahas itu Terungkap

Keluarkan Percikan Api di Bandara Ngurah Rai, Fakta Tentang Bus Apron Lion Air Nahas itu Terungkap
DOK Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali.
BREAKING NEWS: Bus Apron Lion Air Keluarkan Percikan Api di Bandara Ngurah Rai  

Selanjutnya sopir berusaha memadamkan percikan api dengan menggunakan 2 buah APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yg ada di dalam bus dan api dapat dipadamkan.

Setelah percikan api dapat dipadamkan selanjutnya teknisi Bus Maskapai Lion Air memeriksa kondisi bus tersebut.

Sekira Pukul 19.08 Wita Bus tersebut ditarik menggunakan mobil BTT Lion menuju parkir GSE Bravo 63.

Lalu sekira pukul 19.20 Wita Kendaraan Runway Sweeper membersihkan Lokasi kejadian agar terbebas dari FOD.

Dari keterangan supir bus, sebelumnya Bus milik Maskapai Lion Air tersebut telah dilakukan perawatan selama dua hari sejak tanggal 11 sampai 12 November 2019 karena mengalami kerusakan pada radiator mesin dan tidak operasional selama dua hari.

Setelah dilakukan perbaikan, pada hari ini Bus mulai dioperasionalkan pada sore hari dan telah menghandle penumpang pesawat Lion Air JT-40 yang parkir di Apron B-36 untuk dibawa ke Terminal Kedatangan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Setelah menghandle pesawat JT-40, selanjutnya Bus tersebut akan digunakan untuk menghandle penumpang pesawat Lion Air JT-955 yang parkir di Apron B-1 dan saat Bus akan manuver memutar di Apron B-1, sopir mendengar suara letusan dari cabin mesin Bus yang ada di bagian belakang dan terdapat asap.

Saat dimintai konfirmasi mengenai kelaikan APB tersebut, Elfi Amir selaku Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV menegaskan bus tersebut laik operasi.

Dengan No. Sertifikat Laik Operasi GSE : DBU-GSE/DPS/0020/2015 berlaku s.d. : Oktober 2021.

Pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai kejadian kali kedua yang terjadi pada APB milik Lion Air tersebut.

Selain itu pihaknya juga sudah mengusulkan ke Direktur Bandar Udara agar kendaraan yang beroperasi di Apron tahun perakitan tidak lebih 10 tahun.

Dan jawaban dari Direktur Bandar Udara akan segera di keluarkan aturan tersebut.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved