Pegadaian Bantu UMKM dan Startup, Optimistis Target Terlampaui 

PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar bersinergi dengan ICSB Bali, Indonesia Marketing Association Bali, dan Inkubator Bisnis Universitas Udayana

Pegadaian Bantu UMKM dan Startup, Optimistis Target Terlampaui 
Tribun Bali/ Istimewa
pegadaian 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar bersinergi dengan International Council for Small Business (ICSB) Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) Bali, dan Inkubator Bisnis Universitas Udayana menyelenggarakan Pegadaian Startup Competition 2019. Kompetisi ini diselenggarakan untuk memberikan perhatian dan apresiasi kepada wirausaha di Bali yang telah berani memilih berwirausaha ketimbang menjadi PNS atau pekerja swasta.  

Juga wujud nyata, bahwa Pegadaian ingin mendukung UMKM dan wirausaha muda di Bali termasuk startup. Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah,menyampaikan bahwa dengan menggandeng ICSB Bali, IMA Bali, dan Inkubator Bisnis Unud, diharapkan terjadi sinergi yang semakin kuat diantara lembaga atau institusi yang bergerak di bidang pengembangan UMKM. "Sinergi yang semakin kuat antar berbagai unsur sangat penting untuk keberlanjutan pendampingan usaha terutama kepada para wirausaha pemula," katanya dalam temu media di Thamrin, Denpasar, Selasa (12/11).

Pihaknya bersama panitia menargetkan 40 startup dalam lomba ini. Hingga saat ini telah ada lebih dari 20 yang mendaftar dan dari berbagai usaha di Bali. "Ya rencana saya nanti akan dibina lah 30 startup," sebutnya. Sementara untuk juara, hadiahnya akan berupa emas dan penghargaan lainnya. Ada beberapa kriteria yang akan dinilai, salah satunya izin usaha dan seberapa banyak penyerapan tenaga kerja. Ia berharap dengan lomba ini, mampu menggairahkan wirausaha muda di Bali. Sehingga ke depan semakin banyak wirausaha akan mampu membantu perekonomian Bali dan nasional.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan kemarin di The Gade Café, Sutrisna Dewi sebagai Perwakilan Inkubator Bisnis Unud dan ICSB Bali, menjelaskan bahwa permodalan masih menjadi masalah klasik yang dihadapi wirausaha atau UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. "Masalah permodalan tidak hanya meliputi terbatasnya modal uang, tetapi juga terkait dengan kurangnya informasi dan akses ke sumber-sumber pendanaan, rendahnya pengetahuan tentang sumber-sumber pendanaan, rendahnya kemampuan dalam memahami dan mengelola modal akibat rendahnya literasi keuangan," sebutnya. 

Oleh karena itu, kata dia, sangat tepat bila Pegadaian sebagai institusi keuangan yang berpihak pada masyarakat kecil juga turut berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan kinerja para wirausaha dan UMKM. Sementara itu Winawan, Perwakilan IMA Bali, merasakan bahwa aspek pasar dan pemasaran juga menjadi hambatan bagi UMKM Bali. Hal ini dapat dibuktikan dengan belum mampunya produk-produk UMKM Bali menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Toko-toko modern dan oleh-oleh masih didominasi oleh produk-produk luar Bali yang diberi label Bali. Melalui kompetisi ini peserta juga akan ditantang kepiawaiannya dalam manajemen pemasaran.

"Kompetisi ini dapat diikuti oleh UMKM dan wirausaha pemula yang berdomisili di Bali yang bergerak di bidang Sociopreneurship, Creativepreneurship, dan Agripreneurship," jelasnya. Syarat lain yang harus dipenuhi oleh peserta adalah usaha sudah berjalan minimal 1 tahun, memiliki rekening bank, memiliki bukti pembayaran PBB/perjanjian sewa/kwitansi sewa lokasi usaha, memiliki tabungan emas pegadaian minimal Rp 150 ribu, dan memiliki NPWP. Menurut Nuril persyaratan yang harus dipenuhi tersebut semata-mata bertujuan mengedukasi peserta bahwa untuk dapat melakukan scale up dan agar dapat bersaing, para wirausaha pemula harus mulai memperhatikan aspek legalitas dan perpajakan sejak dini. 

Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 20 November 2019 dan grand  final akan dilaksanakan secara terbuka di Gedung Agrokomplek Universitas Udayana pada tanggal 25 November 2019. Pegadaian menyediakan berbagai hadiah menarik kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi. "Grand Final 25 November berlangsung dari pagi sampai malam ada talkshow dan seminar serta lainnya," katanya. Nuril mengatakan, hal ini ke depannya akan terus dikembangkan bersama stakeholder terkait.(ask)

Sidebar: 

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah, optimistis target akan terlampaui. "Target laba kami Rp 685 miliar di Bali Nusra. Nah ini naik dibanding tahun lalu yang sampai akhir mencapai Rp Rp 540 miliar. Hingga saat ini laba kami sudah mencapai Rp 630 miliar," sebutnya.

Selain itu target outstanding loan (OSL), juga tercapai. Target OSL kami di Bali Nusra Rp 4,486 triliun, dan sampai sekarang sudah Rp 4,66 triliun. "Tapi Pulau Bali luar biasa, tahun sebelumnya pertumbuhan 3,6 persen. Tahun ini pertumbuhan Bali di atas 15 persen. Ini berkat kerja keras yang masif dan dukungan masyarakat," katanya. (ask)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved