Pengprov Muaythai Indonesia Bali Kirim 6 Atlet ke Pra PON 2019

I Wayan Suwita mengatakan ada enam atlet muaythai Bali yang rencananya akan mengikuti babak kualifikasi PON XX cabor muaythai

Dok. I Wayan Suwita
I Wayan Suwita (paling kiri) bersama para atlet muaythai Bali saat Kejurrnas Junior-Senior ke-7 dan Liganas Seri-10 Muaythai Indonesia 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali telah mempersiapkan para atlet muaythai terbaiknya untuk mengikuti Pra PON cabang olahraga (cabor) Muaythai pada Desember 2019 mendatang.

Sekretaris Umum Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali, I Wayan Suwita mengatakan ada enam atlet muaythai Bali yang rencananya akan mengikuti babak kualifikasi PON XX cabor muaythai tersebut.

Diantaranya Luh Mas Sri Dianawati kelas -57 kg putri, Komang Karuni di kelas -60 kg putri, Angga Pramana  di kelas -48 kg putra, Yuardianus Kirenius kelas -45 kg putra, Komang Gede Suarmada kelas -67 kg putra, dan Arik Setiawan kelas -57 kg putra.

“Iya, kami akan mengirim enam orang. Jadi enam orang ini ada atlet yang sudah beberapa kali mengikuti Kejurnas atau Liganas, dan ada dua orang yang merupakan atlet hasil daripada Porprov Bali, jadi kita lihat dari kemampuan, segi teknik dan fisik mereka, kita tidak bisa sembarangan hasil Porprov Bali diambil , dan karena terbatasnya dana juga kita tidak bisa sebanyak-banyaknya mengirim, sehingga cukup enam orang saja,“ katanya saat dihubungi Tribun Bali, Selasa (12/11/2019).

Hanya Dengan 4 Kemenangan Lagi, Bali United Bisa Jadi Juara Liga 1 Indonesia 2019

Ini Dokumen yang Harus Dilengkapi untuk Pendaftaran CPNS Kota Denpasar serta Tata Caranya

Paul Pogba Segera Merumput? Giliran Scott McTominay Yang Cedera

Suwita menuturkan pada Pra PON 2019 cabor muaythai tim Bali akan berada satu pool/ grup dengan beberapa tim yang dirasanya memiliki kekuatan yang kuat.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan harapannya.

Ia berharap enam atlet muaythai Bali yang akan dikirim ke Pra PON 2019 cabor Muaythai dapat memperoleh tiket menuju PON 2020.

“Kita harapkan enam orang ini bisa dapat tiket karena tiket yang dihitung adalah juara satu dan juara dua. Sedangkan kita berada di wilayah tengah, bisa dikatakan wilayah tengah ini adalah wilayah neraka. Jadi kita satu pool sama Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, DKI, termasuk Bali, itu merupakan tim-tim yang kuat. Semua merupakan saingan berat, terutama Jawa Barat dan Jawa Tengah itu kan sering sekali dalam Kejurnas-kejurnas itu kita tahu, tetapi kita tidak jauh dari mereka juga, Bali juga menjadi perhitungan mereka,“ ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved