Pikirkan Keselamatan Diri dan Orang Lain Ya! Ini yang Terjadi Saat Nakhoda Paksakan Angkut Muatan

Barang yang dimuat berupa palen-palen. Di deck bawah kapal maupun di deck atas kapal penuh akan muatan.

Pikirkan Keselamatan Diri dan Orang Lain Ya! Ini yang Terjadi Saat Nakhoda Paksakan Angkut Muatan
Istimewa
Sampan yang nyaris terbalik di Pelabuhan Mentigi, Nusa Penida, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG  - Sebuah sampan bermuatan palen nyaris terbalik di Pelabuhan Mentigi, Nusa Penida, Selasa (12/11/2019). Kejadian ini membuat hampir semua barang yang dimuat sampan tersebut jatuh ke laut. 

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Komang Reka Sanjaya menjelaskan, sampan yang nyaris terbalik tersebut dinakhodai Dewa Gede Oka asal Desa Kusamba, Klungkung. Peristiwa ini tidak sampai menyebakan korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

Sampan bertolak dari Palabuhan Banjar Bias Kusamba menuju Pelabuhan Tradisional Mentigi, di Desa Batununggul sekitar pukul 12.30 Wita. Sampan tersebut bermuatan beras, sayur, telur, dan sebagainya. Saking penuhnya, muatan sampai menggunung di geladak atas sampan.

"Barang yang dimuat berupa palen-palen. Di deck bawah kapal maupun di deck atas kapal penuh akan muatan. Biasanya palen-palen itu, disebrangkan warga untuk kebutuhan sehari-hari yang akan dijual di Pasar Mentigi," ujar Sanjaya, Selasa (12/11).

Petugas Syahbandar Wilayah Kerja Kusamba, I Nengah Warnata mengaku sudah melarang sampan yang muatanya melebihi kapasitas. Bahkan ia telah berkali-kali melakukan sosialisasi, hanya saja terkadang nakhoda membandel.

Bahkan kata dia, pihak Syahbandar tidak mengeluarkan izin berlayar untuk sampan tersebut. Sampan dalam beroperasi tidak dilengkapi izin-izin. Hanya sebatas berbekal surat pernyataan.

"Karena kami tidak mengeluarkan izin untuk berlayar, kami membuatkan surat pernyataan. Jadi sampan tersebut berlayar atas kehendak sendiri, dan resiko tentu ditanggung nahkoda," ungkapnya.

Ia mengaku pihaknya tidak bisa melarang keras sampan muatan barang tersebut untuk menyebarang ke Nusa Penida. Sebab sampan tersebut kerap memuat hasil bumi dan barang lainnya yang menjadi kebutuhan pokok bagi warga Nusa Penida.

Masyarakat Nusa Penida pun sangat tergantung dengan barang-barang yang dimuat oleh sampan. "Jika lewat pelabuhan Padang Bai, kadang tidak bisa menyebrang pagi-pagi. Sehingga warga kerap memanfaatkan sampan ini, untuk menyebrangkan muatan," kata Warnata. (*)

ISTIMEWA
NYARIS TERBALIK - Kondisi barang-barang diangkut sampan yang nyaris terbalik di Pelabuhan Mentigi, Nusa Penida, Selasa (12/11).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: I Putu Darmendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved