Breaking News:

Tingkatkan Keimanan, Korem 163/Wira Satya Haturkan Piodalan di Pura Ksatria Raksa Bhuwana

Rangkaian kegiatan piodalan dimulai dengan pecaruan di lima titik (natar pura, lebuh/pintu masuk, pelinggih tugu karang, lapangan tembak, depan lobi)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
TRIBUN BALI/ WEMA SATYADINATA
Penampilan Tari Rejang anak-anak serangkaian Upacara Piodalan di Pura Ksatria Raksa Bhuwana, Makorem 163/Wirasatya, Denpasar, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa menjadi hal yang penting dan utama dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan yang dianut.

Hal ini juga dimplementasikan oleh Keluarga Besar Umat Hindu Makorem 163/Wira Satya, dengan menghaturkan Upacara Piodalan di Pura Ksatria Raksa Bhuwana.

Piodalan Pura Ksatria Raksa Bhuwana ini jatuh pada Purnama Kelima Wuku Wayang, Selasa (12/11/2019).

Segala persiapan upacara piodalan sudah dilakukan jauh hari sebelumnya dengan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan, seperti bebantenan, pembuatan penjor, memasang wastra dan ornamen hiasan lainnya, nunas tirta atau air suci ke Pura Gunung Kawi dan Pura Kayangan Tiga.

Ketua Panitia Piodalan, Mayor Inf I Gusti Made Sweda, S.Ag., menjelaskan kesiapan upacara piodalan hari ini, Selasa (12/11/2019) sudah rampung seluruhnya.

Gubernur Koster Akan Rayu Anak Muda Bali Agar Gunakan Kendaraan Listrik

34 Kursi Perbekel Lowong, DPRD Badung Fraksi Golkar Tanyakan Pelaksanaan Pilkel Serentak

Yang mana semua proses penyiapan upacara dilakukan secara gotong royong serta segala bebantenan yang dihaturkan atas petunjuk Ida Pedanda Gede Peling Manuaba dari Geria Batubulan Gianyar.

“Rangkaian kegiatan piodalan dimulai dengan pecaruan di lima titik (natar pura, lebuh/pintu masuk, pelinggih tugu karang, lapangan tembak, depan lobi) kemudian dilanjut prosesi piodalan dan melaksanakan persembahyangan yang dipimpin Sulinggih Ida Pedanda", ungkap Mayor Sweda.

Ia menambahkan tujuan upacara pecaruan digelar sebagai wujud menetralisir segala pengaruh negatif, serta menjaga keseimbangan alam dan lingkungan, sehingga semua Keluarga Besar Korem 163/Wira Satya diberikan keselamatan dan kerahayuan dalam melaksanakan tugas dan aktivitasnya sebagai abdi negara di bidang keamanan dan tugas sosial kemasyarakatan.

Sementara itu Pinandita Mangku Pelda I Ketut Suparmita juga menjelaskan berbagai tetarian wali sebagai kelengkapan pelaksanaan upacara piodalan juga ditampilkan antara lain Tari Rejang Dewa SD Kartika VII/2 Udayana, Tari Rejang Taman Sari PNS Korem 163/Wira Satya, Wayang Lemah/Wayang Gedog dan Tari Topeng Sidakarya serta iringan gambelan Sekaa Gong dari Padang Sambian, Denpasar Barat.

Harga Terbaru HP Oppo Dan Xiaomi, Mulai Redmi Go Rp 800 Ribu-an Hingga Oppo Rp 11 Juta-an

Daftar 20 Nama Pebulutangkis Indonesia di SEA Games 2019, Jonatan Christie Hingga Praveen/Melati

Upacara Piodalan Pura Ksatria Raksa Bhuwana tidak saja merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya tepatnya pada Hari Purnama Kelima. Piodalan dimaksudkan tidak hanya sebagai peringatan hari berdirinya Pura tersebut, lebih daripada itu kita memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk senantiasa diberikan keselamatan dan wara nugraha bagi satuan Korem 163/Wira Satya dan juga para personelnya dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang meliputi tanggung jawab kerja wilayah Provinsi Bali.

“Mari kita memohon semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas di hari suci piodalan Pura Ksatria Raksa Bhuwana ini”, ungkap Mangku Suparmita.

Dari pantauan, kegiatan upacara piodalan tersebut diikuti sebanyak 300 orang Umat Hindu yang merupakan Keluarga Besar Personel Makorem 163/Wira Satya  baik sipil maupun militer. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved