Berabad-abad Belum Pernah Digelar, Warga Pasek Gelgel ring Pegatepan Gelar Upacara Tingkatan Utama

Berabad-abad Belum Pernah Digelar, Warga Pasek Gelgel ring Pegatepan Gelar Upacara Tingkatan Utama

Berabad-abad Belum Pernah Digelar, Warga Pasek Gelgel ring Pegatepan Gelar Upacara Tingkatan Utama
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Berabad-abad Belum Pernah Digelar, Warga Pasek Gelgel ring Pegatepan Gelar Upacara Tingkatan Utama 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Pengempon Pura Dadia Agung Pasek Gelgel ring Pegatepan, Desa Gelgel, Klungkung menggelar upacara melasti ke Segara Watu Klotok, Desa Tojan, Selasa (12/11). Melasti dilaksanakan bertepatan dengan Hari Purnama Kelima, serangkaian Karya Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Agung Pedudusan Manawa Ratna di Pura tersebut yang puncaknya jatuh pada Tumpek Wayang, Sabtu (16/11) mendatang. Upacara ini pun termasuk tingkatan utama (paling tinggi), yang selama berabad-abad belum pernah dilaksanakan.

" Berdasarkan informasi dari penglingsir, sudah berabad-abad tidak pernah dilaksankan upacara dengan tinggkatan utama seperti saat ini. Terakhir upacara serupa pernah dilaksanakan tahun 1989 silam, tapi tingkatan upacaranya tidak sebesar saat ini," ujar Panitia Karya I Wayan Ardana, Selasa (12/10).

upacara melasti mulai dilaksanakan sekitar pukul 07.30 wita. Upacara ini diikuti belasan ribu warga. Dengan berjalan kaki sekitar lima kilometer, warga mengiringi pralingga Ida Bthara hingga ke Pura Watu Klotok. Selain warga pengempon Pura, upacara malasti ini juga diikuti ribuan warga atau semeton Pasek Songan dan Akah. Upacara inipun dipuput 17 sulinggih atau pandita.

Selain melasti, upacara kemarin juga diisi dengan upacara Nuur Tirta Kamandalu, Caru Mancasate Penengkeb Bebek Belang Kalung dan Pekelem Kambing, Bebek Selem, Bangkit Sarandu Lan Bangkit Selem di tengah laut.

" Sweca Hyang Widhi, prosesi Nuur Tirta Kamandalu berjalan lancar dan akan digunakan untuk serangkaian prosesi hingga puncak Karya nantinya ," ungkapnya.

Prosesi Nuur Tirta Kamandalu ini sangat unik. Beberapa warga harus menaiki jukung ke tengah laut. Lalu menjatuhkan botol dalam keadaan tertutup rapat, dan terikat tali kedalam laut. Lalu disertai dengan berbagai sarana upacara. Prosesi Nuur Tirta Kamandalu tergolong berhasil, jika saat diangkat botol itu berisi tirta (air).

" Dengan prosesi ini, diharapkan tujuan utamanya kerahayuan jagad (kedamaian semesta)," terang Pensiunan Pejabat di Pemkab Gianyar tersebut.

Ia pun mengajak seluruh warga pasemetonan Pasek Gelgel dimanapun berada, untuk tangkil melakukan upaya persembahyangan di Pura Dadia Agung Pasek Gelgel ring Pegatepan, Desa Gelgel. Puncak karya akan dilaksanakan bertepatan dengan Tumpek Wayang, Sabtu (16/11) dan akan mesineb, Sabtu (23/11) mendatang.

" Saya himbau seluruh warih Pasek Gelgel, untuk tangkil melakukan persembahyangan di Pura Dadia Agung Pasek Gelgel ring Pegatepan. Kita harus ingat dengan trilogi warih Pasek, yakni memperekat persaudaraan, ingat kepada leluhur, dan selalu ingat pesan leluhur," ungkap Ardana. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved