Liquid Vape, Sex Toys dan Barang Ilegal Senilai Rp 1,7 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Denpasar

Barang impor yang masuk ke Bali ini disita dari hasil penindakan operasi pasar Bea Cukai selama Januari hingga Agustus 2019.

Liquid Vape, Sex Toys dan Barang Ilegal Senilai Rp 1,7 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Denpasar
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas Bea Cukai Denpasar memusnahkan ribuan barang ilegal yang masuk ke Bali dari Januari hingga Agustus 2019 di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Denpasar, Bali, Rabu (13/11/2019). 

Liquid Vape, Sex Toys dan Barang Ilegal Senilai Rp 1,7 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Denpasar

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Denpasar memusnahkan ribuan barang ilegal seperti minuman keras, rokok, liquid vape hingga sex toys (alat bantu seks) tanpa pita cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Denpasar, Bali, Rabu (13/11/2019).

Diketahui, barang impor yang masuk ke Bali ini disita dari hasil penindakan operasi pasar Bea Cukai selama periode Januari hingga Agustus 2019 di berbagai tempat.

Pemusnahan barang ini meliputi barang kena cukai yang dijual tanpa dilekati pita cukai atau dilekati pita cukai palsu, giat operasi pasar, barang kiriman dari luar negeri yang termasuk dalam kategori barang larangan, pembatasan yang tidak bayar cukai.

Pemusnahan barang milik negara (BMN) ini dilakukan dengan cara dibakar, dipotong, dipecah, dituang dan ditimbun ke dalam tanah untuk menghilangkan fungsi dan sifat awal barang.

Adapun, rincian barang ilegal yang dimusnahkan ini yakni 626 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 328.908 batang rokok,157 botol liquid vape, 741 unit alat kesehatan berbagai jenis, 1.369 unit produk kosmetik berbagai jenis.

Lalu ada 4.246 produk lain berbagai jenis terdiri dari mainan, peralatan dapur dan makan, alat elektronik, spareparts, aksesoris dan pakaian.

Total ada sekitar 331.801 unit barang yang dimusnahkan. Diantara sekian barang tersebut ada 47 unit sex toys yang disita dari jasa pengiriman barang dari China.

Barang kiriman dari luar negeri lain yang disitu juga ada seperti pakaian, kosmetik, alat kesehatan, barang elektronik, ponsel, dan mainan anak-anak.

Kepala Kantor KPPBC Denpasar, Abdul Haris mengatakan, barang-barang ini disita karena tidak diurus perizinannya oleh para penerima barang atau pembeli.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved