Breaking News:

Kasus Penganiayaan Hewan di Bali

BAD Sayangkan Pemilik Anjing Si Putih Cabut Laporan,Tunggu Sikap Kapolsek Sebelum Buat Laporan Ulang

BAD dan sejumlah komunitas pecinta hewan yang datang ke Mapolsek Blahbatuh, menyayangkan sikap pemilik anjing Si Putih yang mencabut laporannya

dok/ist/Kolase Tribun Bali
Si Putih anjing yang mati dianiaya, (Kiri). Aparat kepolisian Polsek Blahbatuh, Gianyar, saat menangani laporan seekor anjing yang mati di Desa Medahan, Blahbatuh, Rabu (13/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bali Animal Defender (BAD) dan sejumlah komunitas pecinta hewan yang datang ke Mapolsek Blahbatuh, menyayangkan sikap pemilik anjing Si Putih yang mencabut laporannya.

Pihak BAD akan membuat laporan sendiri ke Polsek Blahbatuh terkait tewasnya anjing Si Putih.

"Ya, si pelapor mencabut laporannya, tapi kata penyidik pencabutan itu belum resmi. Masih menunggu keputusan kapolsek, apakah kapolsek menerima pencabutan laporan ini atau kasusnya lanjut. Katanya keputusan tersebut final dua atau tiga hari mendatang," ujarnya.

Bali Animal Defender berharap Kapolsek Blahbatuh melanjutkan kasus ini.

Namun jika menyetujui pencabutan tersebut, maka BAD sendiri yang akan membuat laporan atas tewasnya anjing betina berusia tiga bulan itu.

"Nanti katanya penyidik akan informasikan ke kami diterima atau lanjut. Kalau diterima pencabutannya saat itu baru kami bisa bikin laporan ulang," tandasnya.

Pihaknya tak membiarkan kasus ini damai, supaya ada efek jera.

Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Pemilik Anjing Si Putih yang Dianiaya Secara Sadis Cabut Laporan

BREAKING NEWS! Anjing Si Putih Mati Dianiaya INM Secara Sadis di Pasar Medahan, Pemilik Lapor Polisi

Bali Animal Defender Kecam Kasus Penganiyaan Hewan di Gianyar: Kasus Ini Viral Sampai Australia

Sebab selama ini masyarakat di Bali dan Indonesia pada umumnya, menganggap penganiayaan terhadap hewan merupakan hal biasa.

Selain itu, pihaknya juga ingin memperbaiki citra hukum di Indonesia, khususnya tentang perlindungan hewan yang relatif tercoreng, lantaran penindakan terhadap pelaku terkesan tidak serius.

“Kasus ini sudah viral kemana-mana, sampai di Australia, dan yayasan di Australia juga sudah meminta tolong untuk mengawal kasus ini. Karena di Bali, beberapa kasus hewan itu tidak tersentuh oleh polisi. Kita mau agar Bali dan Indonesia pada umumnya, UU dijalankan. Karena orang luar negeri bertanya, kalau di Australia sudah dipenjara, kok Indonesia begini, mainset seperti itu yang saya mau ubah,"katanya.

Pihaknya meminta supaya pelaku penganiayaan terhadap hewan ini dipenjara.

“Harus diperjuangkan. Biar orang itu tidak terbiasa. Dan publik melihat bahwa benar ada undang-undang tentang penganiayaan hewan, jadi orang tidak semena-mena,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved