Kasus Penganiayaan Hewan di Bali

Bali Animal Defender Kecam Kasus Penganiyaan Hewan di Gianyar: Kasus Ini Viral Sampai Australia

Bali Animal Defender (BAD) memberikan perhatian serius terhadap matinya seekor anjing, Si Putih (3 bulan), di Pasar Medahan, Blahbatuh, Gianyar

Bali Animal Defender Kecam Kasus Penganiyaan Hewan di Gianyar: Kasus Ini Viral Sampai Australia
dok/ist
Aparat kepolisian Polsek Blahbatuh saat menangani laporan seekor anjing yang mati di Desa Medahan, Blahbatuh, Rabu (13/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -- Bali Animal Defender (BAD) memberikan perhatian serius terhadap matinya seekor anjing, Si Putih (3 bulan), di Pasar Medahan, Blahbatuh, Gianyar, yang diduga tewas karena dianiaya seorang pedagang, INM (65).

Hal itu lantaran selama ini, banyak pihak menilai kasus penganiayaan hewan merupakan hal biasa.

Padahal di Indonesia sendiri, ada Undang-Undang yang mengatur tindakan tersebut.

BREAKING NEWS! Anjing Si Putih Mati Dianiaya INM Secara Sadis di Pasar Medahan, Pemilik Lapor Polisi

Ketua BAD, Jovania Imanuel Calvary mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus ini di Mapolsek Blahbatuh sampai pihak kepolisian menerbitkan P2.

Pihaknya mengapresiasi pihak kepolisian yang telah menyikapi kasus ini secara serius.

“Harapan ke polsek, agar ditindaklanjuti sampai P21. Sejauh ini, pihak polsek sudah bergerak,” ujarnya.

Kepada Tribun Bali, Jovania mendapat informasi, bahwa pelapor kasus tersebut akan mencabut laporannya karena pelaku meminta damai.

Namun BAD tidak akan membiarkan kasus seperti ini, berakhir tanpa ada hukum yang jelas.

Bahkan Jovania menegaskan, jika pelapor mencabut laporannya, maka BAD sendiri yang akan membuat laporan sendiri.

“Saya ada kabar, belum pasti sih. Yang pelapornya itukan kemarin mau mencabut laporannya, karena yang bunuh anjing itu mau damai.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved