Dana BHP Triwulan 3 Tak Kunjung Cair, Sejumlah Pembangunan Infrastruktur di Gianyar Terganjal

Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di beberapa desa di Kabupaten Gianyar belum bisa direalisasikan.

Dana BHP Triwulan 3 Tak Kunjung Cair, Sejumlah Pembangunan Infrastruktur di Gianyar Terganjal
Tribun Bali/Saiful Rohim
(foto tak terkait berita) Kondisi saluran irigasi di Subak Bahingin, Kelurahan Padang Kerta, Kecamatan Karangasem, Minggu (22/9/2019). Aliran air nampak kecil lantaran masih bertanah. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di beberapa desa di Kabupaten Gianyar belum bisa direalisasikan.

Hambatan ini lantaran dana Bagi Hasil Pajak (BHP) dari Pemda Gianyar ke semua desa belum cair.

Di sisi lain, meskipun dana BHP nantinya cair, mengingat saat ini sudah memasuki penghujung tahun 2019, sejumlah desa ragu memanfaatkannya karena takut pengerjaannya tidak tepat waktu.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali, Rabu (13/11/2019), hingga berakhirnya triwulan ketiga (Juli-September), Pemkab Gianyar belum menunjukkan adanya tanda-tanda akan mencairkan dana BHP.

Akibatnya, sejumlah desa seperti di Kecamatan Blahbatuh, harus melakukan pendekatan kepada para petani lantaran proyek irigasi belum bisa terwujud.

Pengunjung Wajib Serahkan Identitas Saat Masuk ke Polres Bangli

Kebakaran di Areal Tebing, Warga dan Petugas Damkar Kesulitan Padamkan Api

“Rencananya dana triwulan ketiga ini mau dipakai perbaikan infrastruktur irigasi pertanian. Tapi dananya tak kunjung cair. Padahal sebelumnya sudah janji ke petani tahun ini irigasi yang jebol sudah diperbaiki,” ujar seorang perangkat desa di Blahbatuh, yang enggan disebutkan identitasnya.

Permasalahan yang dihadapi tak hanya itu.

Setelah dana BHP yang sempat dipakai untuk membeli mobil Xpander oleh 63 dari 64 kepala desa di Gianyar ini cair, untuk triwulan ketiga, para perangkat desa menilai hal tersebut akan menjadi dana Silpa.

“Kalaupun dananya cair, bulannya sudah habis. Sementara kami butuh waktu untuk mencari pekerja sebab pekerjanya tidak boleh pemborong, harus memberdayakan masyarakat, khususnya yang miskin. Inilah dilema kami. Kalau dipakai, nanti penyelesaiannya tidak bisa tepat waktu. Kalau gak dipakai, kita butuh infrastruktur,” keluhnya.

Keterlambatan pencairan dana BHP triwulan ketiga tidak terjadi tahun ini saja.

Perampok Money Changer Asal Rusia Divonis 7 Tahun, Hukuman Lebih Ringan 2 Tahun dari Tuntutan Jaksa

Sidak Kafe Remang-remang di Denpasar Bocor, Satpol PP Disambut Pagar Ayu dan Ucapan Terima Kasih

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved