Menikmati Durian yang Jatuh Langsung dari Pohonnya Hanya Ada di Sini, Silakan Mencoba

Kebanyakan tamu datang dari daerah perkotaan, seperti Kediri, Gresik, Malang, Sidoarjo, Jakarta, dan Surabaya.

Menikmati Durian yang Jatuh Langsung dari Pohonnya Hanya Ada di Sini, Silakan Mencoba
istimewa
Warga membawa durian di motor ketika musim panen tiba. Durian menjadi magnet utama Desa Wisata Duren Sari di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. 

TRIBUN-BALI.COM, TRENGGALEK - Mencicipi durian langsung setelah jatuh dari pohonnya di tengah rimbun hutan durian terbesar se-Asia Tenggara menjadi magnet wisatawan untuk datang ke Desa Wisata Duren Sari di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur.

Mulai terbentuk akhir 2015, desa wisata itu berkembang cepat. Berbagai fasilitas disediakan untuk memikat orang-orang dari luar daerah berkunjung.

Desa wisata itu punya banyak fasilitas andalan.

Selain makan dan jelajah hutan durian, para wisatawan juga bisa seru-seruan bermain river tubing di sungai beraliran deras yang melintasi desa tersebut.

“Ada makan makanan khas desa, permainan perdesaan, edukasi gula aren, edukasi kerajinan, ada homestay untuk menginap. Pokoknya banyak sekali,” kata Unik Winarsih, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Duren Sari, beberapa waktu lalu.

Karena salah satu wisata andalan adalah makan dan jelajah durian, para wisatawan juga banyak yang datang saat musim panen buah.

Biasanya mulai Februari sampai Juni setiap tahunnya.

Ada beberapa jenis durian yang bisa disantap pengunjung, antara lain durian lokal, montong, bawor, dan musangking.

Pengunjung juga bisa menyantap banyak durian dengan harga jauh lebih murah ketimbang durian di kota, yakni antara Rp 7.000 hingga Rp 55.000 per buah.

Itu hanya durian yang paling banyak tumbuh saja.

Halaman
123
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved