Terkait Korban Tewas Ditikam Suami, LPSK Hanya Bisa Tanggung 3 Juta Dengan Dalih Aturan Internal

Usai kejadian yang merenggut nyawa anaknya tersebut, keluarga yang hanya berpenghasilan pas-pasan tersebut masih harus menanggung hutang Rp 22 Juta un

Terkait Korban Tewas Ditikam Suami, LPSK Hanya Bisa Tanggung 3 Juta Dengan Dalih Aturan Internal
Ombudsman
Pihak Ombudsman Provinsi Bali menggelar pertemuan mengkonfrontir LPSK untuk membantu menyelesaikan kasus KDRT yang menyebabkan keluarga miskin korban yang terlilit hutang rumah sakit di Ombudsman Bali, Rabu (13/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Begitulah kira-kira gambaran kondisi keluarga Ni Gusti Ayu Sriasih (21), korban tewas akibat ditikam suaminya sendiri, I Ketut Gede Ariasta (23) di Jalan Gunung Sanghyang, Denpasar, Kamis (17/10/2019) silam.

Usai kejadian yang merenggut nyawa anaknya tersebut, keluarga yang hanya berpenghasilan pas-pasan tersebut masih harus menanggung hutang Rp 22 Juta untuk biaya perawatan anaknya di RSUP Sanglah.

Tentu, nominal biaya itu sangat besar mengingat ayah dan ibu korban yang sehari-hari mencari sesuap nasi dari hasil buruh bangunan dan membuat jaje bali yang tak seberapa.

Belum lagi, masih ada tanggungan empat anak lain yang masih berusia remaja.

Berharap biaya perawatan anaknya ditanggung BPJS Kesehatan, rupanya BPJD tidak menanggung biaya untuk korban penusukan.

Namun, ternyata untuk korban KDRT atau sejenisnya itu bisa diklaim lewat pihak berwenang yakni Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Warga Desa Pengastulan Berbondong-bondong ke Dataran Tinggi, Kalaksa BPBD Bali: Warga Diharap Tenang

Siapkan Inovasi Pendidikan hingga Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Ormas Keperempuanan

Pohon Mengeluarkan Air di Tabanan Kian Viral, Sang Pemilik Kebun pun Buka Suara

Namun dalam kasus ini, LPSK ternyata hanya bisa mengklaim biaya rumah sakit sebesar Rp 3 Juta saja, dari total tunggakan sebesar Rp 22 Juta.

Menyikapi hal ini, Kepala TP2A Provinsi Bali Ni Luh Anggraini masih sedang melakukan upaya mendesak pihak LPSK agar menuntaskan kasus yang mendera keluarga miskin ini.

Ia menerangkan, pihak LPSK tidak bisa menanggung biaya pengobatan lantaran terkendala aturan klaim.

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved