Golose Bantah Aksi Teror Bom Medan Berkaitan Dengan Rencana Aksi di Bali

Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bantah bahwa aksi teror bom medan berkaitan dengan Bali.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bantah bahwa aksi teror bom medan berkaitan dengan Bali.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan di Medan tidak ada hubungan dengan di Bali," ujarnya saat ditemui di acara Munas Kagama di Hotel Inna, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (15/11/2019)

"Perlu saya klarifikasi, jadi gak ada kaitannya. Ini hanya diputar-putar saja oleh media. Saya pastikan Bali aman," imbuhnya.

Diketahui, pemberitaan yang dilansir dari Tribun Medan, Polisi menyebut, D sering berkomunikasi dengan seorang narapidana perkara terorisme yang mendekam di Lapas Kelas II Medan berinisial I.

D merupakan istri dari RMN, pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) kemarin.

"Si istri sering mendatangi, berkunjung ke Lapas," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Markas Korps Brimob Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

D sendiri telah diamankan oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri beberapa saat usai sang suami melakukan bom bunuh diri.

Tepatnya pada Rabu malam.

Selain bertemu langsung, D dan I rupanya juga berkomunikasi lewat akun media sosial Facebook.

"Sampai terakhir diamankan tadi malam, masih ada komunikasi (antara D dengan I) di medsos," terang Dedi.

Dari hasil pemeriksaan, D dan narapidana terorisme itu disebut sedang menyusun rencana melakukan aksi teror di Bali, beberapa waktu ke depan.

Kini, polisi pun sedang menyelidiki lebih lanjut asal jaringan D dan I. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved