Kasus Penganiayaan Hewan di Bali

Kesni Cabut Laporan Seusai Anjing Peliharaannya “Si Putih” Mati Dibunuh, Ini Alasannya

Raut wajah Ni Ketut Kesni (54) muram saat duduk di teras depan kantor penyidik unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Blahbatuh, Gianyar,

Kesni Cabut Laporan Seusai Anjing Peliharaannya “Si Putih” Mati Dibunuh, Ini Alasannya
dok/ist/Kolase Tribun Bali
Si Putih anjing yang mati dianiaya, (Kiri). Aparat kepolisian Polsek Blahbatuh, Gianyar, saat menangani laporan seekor anjing yang mati di Desa Medahan, Blahbatuh, Rabu (13/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Raut wajah Ni Ketut Kesni (54) muram saat duduk di teras depan kantor penyidik unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Blahbatuh, Gianyar, Kamis (14/11) pukul 15.00 Wita.

Pikiran pemilik anjing bernama Si Putih yang tewas dianiaya oleh INM (65) di Pasar Medahan, Blahbatuh, itu tampak dilema.

Sebelumnya Kesni telah melaporkan INM ke Polsek Blahbatuh karena membunuh anjing peliharaannya.

Kini dia ingin mencabut laporan atas dasar kekeluargaan.

Namun di sisi lain ia ingin mendapatkan keadilan untuk anjing malang tersebut.

"Akhirnya saya dan suami memilih untuk mencabut laporan.

Ini demi keluarga karena INM juga keluarga kami, dan warung kami juga bertetangga di Pasar Medahan," ujar Kesni kepada Tribun Bali, kemarin.

Namun draf resmi pencabutan leporan tersebut belum diterimanya.

Ia masih menunggu keputusan dari Kapolsek Blahbatuh AKP Yoga Widyatmoko.

"Penyidik masih membuat laporan pencabutan," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved